Bukan Omicron, Pengusaha Warteg Lebih Takut Harga Minyak Goreng dkk yang Mahal
Merdeka.com - Ketua Koordinator Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara), Mukroni mengaku, tidak begitu khawatir atas penyebaran varian virus Corona jenis baru, yakni Omicron yang tengah menghebohkan dunia.
Menurutnya, saat ini, justru lonjakan harga sejumlah bahan pangan lah yang begitu membuat khawatir komunitasnya. Sebab, kenaikan berbagai bahan pangan saat ini dinilai telah melebihi batas kewajaran.
"Kalau kita bukan khawatir ke Omicron. Tapi ini mas harga semua bahan pangan mahal," tekannya saat dihubungi Merdeka.com, Jumat (3/12).
Dia mencontohkan, saat ini, harga komoditas minyak bahkan dibanderol Rp20.000 per kilogram. Padahal, dalam situasi normal harga minyak tertinggi di jual Rp13.000 per kilogram.
"Artinya minyak goreng mahal Mas, ini yang dikeluhkan," bebernya.
Harga Telur Ikut Mahal
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSelain itu, harga telur ayam di sejumlah pasar terus merangkak naik hingga mencapai Rp24.000 per kilogram (kg). "Saat normal itu telur hanya Rp20.000 per kilogram. Selain itu, cabai juga mahal mas," keluhnya.
Walhasil, dirinya mengaku amat terbebani atas kenaikan sejumlah bahan pangan tersebut dalam beberapa waktu terakhir ketimbang varian Omicron. Mengingat, daya beli konsumen juga masih dalam kondisi tertekan setelah terdampak pandemi Covid-19.
Maka dari itu, Mukroni mendesak pemerintah untuk segera mengambil sikap atas mahalnya sejumlah bahan pangan di pasaran. Antara lain dengan melakukan operasi pasar dan juga memperbaiki proses distribusi untuk untuk menekan harga jual.
"Dengan cara tersebut kita harap harga-harga pangan bisa segera turun. Karena kenaikan ini sangat membebani," tutupnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya