Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bujuk rayu Jokowi hingga pejabat BI ajak masyarakat bayar pakai e-money

Bujuk rayu Jokowi hingga pejabat BI ajak masyarakat bayar pakai e-money Jokowi luncurkan Kartu Indonesia Sehat. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Uang elektronik tengah menjadi polemik beberapa waktu lalu. Aturan biaya isi ulang bank sentral menjadi pemicu. Pemerintah sendiri berharap masyarakat memanfaatkan fasilitas ini untuk kemajuan ekonomi.

Salah satu manfaat penggunaan uang elektronik atau e-money ialah pada pembayaran di gerbang tol. Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat tidak alergi pada kebijakan ini.

Menurutnya, sistem pembayaran elektronik itu harus dilaksanakan demi perbaikan pelayanan, efisiensi dan akurasi. "Penolakan e-tol? Kita kan ingin memperbaiki pelayanan," kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menyatakan, e-tol akan memperlancar arus lalu lintas dan meningkatkan pelayanan di jalan tol. Waktu melintas di pintu tol menjadi semakin cepat. Akurasi pembayarannya juga akan lebih baik dan aman.

Selain itu, kata Presiden Jokowi, penggunaan e-tol untuk mengikuti perkembangan zaman. "Negara lain semuanya sudah pakai, masa kita masih pakai cash. Akurasi pembayaran juga semakin jelas. Apa kita mau cash terus? Ya tidak lah," sebut Presiden Jokowi.

ilustrasi e money

Ilustrasi e-Money ©2017 Merdeka.com/Arie Basuki

Presiden Jokowi mengingatkan pentingnya beradaptasi dengan perkembangan dunia dan teknologi. "Orang sudah berpikir jauh. Coba lihat Elon Musk, dia berpikir mengenai hyperloop, Tesla, dan SpaceX, saat kita masih berpikir mengenai mengurus pelabuhan dan tol. Mereka sudah berpikir ke mana-mana. Berpikir ke arah masa depan yang fantastik," katanya.

Presiden Jokowi mencontohkan China yang dinilainya mampu berkembang pesat seiring kemajuan teknologi. "Coba lihat Alibaba. Kalau ke China bayar cash ditertawakan. Pakai credit card saja sudah diketawain. Kalau masuk mal ditanya, credit or mobile. Jadi pakai HP. Tentunya diminta akun di perbankan kita, langsung ketarik berapa juta belanja kita," ujarnya.

Seperti diketahui, pemerintah segera memberlakukan sistem pembayaran tol secara non tunai. Terhitung sejak 31 Oktober 2017, gerbang-gerbang tol di seluruh Indonesia tidak akan melayani lagi pembayaran tol secara tunai.

"Untuk jadi perhatian kita semua. 31 Oktober semua gerbang tidak akan pakai tunai," ujar Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna.

macet tol dalam kota

macet tol dalam kota ©2015 Merdeka.com

Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kuncahyo, menilai peraturan mengenai pemberlakuan sistem pembayaran tol secara non tunai tidak ada masalah. Sebab, hal ini merupakan salah satu solusi guna mengurangi kemacetan di jalan tol.

"BPJT terhadap semua operator jalan tol mengutamakan pelayanan terhadap masyarakat," ujar Kuncahyo.

Dia menambahkan, sistem non tunai bisa mengurangi durasi saat pembayaran tol, sebab transaksi tunai bisa memakan waktu hingga 12 detik. Sementara jika menggunakan kartu, waktu yang diperlukan untuk transaksi hanya 3 detik.

Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Pungky Purnomo Wibowo mengatakan, alasan utama elektronifikasi gerbang tol semata-mata untuk mengurangi kemacetan. Kemudian, sebanyak 5-6 juta kendaraan yang melalui tol akan lebih dimudahkan dari sisi mekanisme penggunaan uang receh. Ketika gerbang tol sudah ter-elektronifikasi, Pungky menambahkan kegiatan transaksi tidak lagi inefisien.

"Jadi kembalian tidak akan susah. Mencari receh pun yang membuat tidak efisien menjadi efisien. Bahkan nanti kedepannya tarif tol tidak akan naik drastis bisa dengan kelipatan kecil. Sebut saja Rp 9.514 misalnya jadi inflasi terkendali dan masyarakat tidak dirugikan," tambahnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP