BTN incar perbesar dana nasabah kaya
Merdeka.com - Di tengah isu kekeringan likuiditas, perbankan nasional berlomba-lomba meningkatkan dana pihak ketiga atau dana nasabah. Salah satunya Bank Tabungan Negara (BTN) yang mencoba menjaring dana nasabah baru.
Sepanjang semester I 2014 dana nasabah BTN mencapai Rp 101,35 triliun. Perolehan dana nasabah ini meningkat 22,61 persen dibanding posisi yang sama tahun 2013.
"Kami akan terus berupaya menggali sumber dana ritel sekaligus dalam rangka memperkuat struktur pendanaan ritel perseroan," ujar Direktur BTN Irman Alvian Zahiruddin melalui siaran pers yang diterima merdeka.com, Rabu (13/8).
Pihaknya berambisi memperkuat struktur pendanaan perseroan. Tujuan akhirnya, tersedianya dana ritel yang berbiaya murah untuk mendukung ekspansi kredit yang makin kompetitif di pasar.
Salah satu caranya dengan membuka kantor layanan prioritas BTN Gading Serpong dengan mengincar nasabah kaya. Operasional kantor cabang ini diharapkan memberi kontribusi nyata. Terlebih saat ini dana nasabah kaya yang dikelola BTN prioritas mencapai Rp 10 triliun.
Nasabah kaya yang mendapat layanan prioritas jumlahnya mencapai sekitar 8.000 nasabah. "Kami akan terus meningkatkan jumlah dana dan nasabah prioritas ini," tegasnya.
Terlepas dari itu, Irman menegaskan, pihaknya akan tetap fokus pada bisnis pembiayaan perumahan. Alasannya potensi perumahan masih sangat besar dan Bank BTN sebagai bank fokus dapat memiliki portfolio pembiayaan perumahan hingga 85 persen. Sementara bank umum terkendala regulasi karena portofolio mereka maksimal hanya 20 persen di KPR.
Sebagai bank khusus, BTN tidak dibatasi. BTN juga sudah mempunyai pengalaman hampir 40 tahun menjalankan bisnis pembiayaan perumahan di Indonesia. "Selama ini, Bank BTN yang mengeksekusi program rumah rakyat melalui skim FLPP meski itu ditawarkan ke semua bank. Sebanyak 95 persen kredit rumah subsidi disalurkan BTN," ucapnya.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Juni 2014 aset BTN tercatat mencapai Rp 135,62 triliun. Nilai ini tumbuh 14,36 persen dari posisi yang sama tahun sebelumnya. Sementara dari sisi Kredit dan Pembiayaan tumbuh 16,61 persen dari posisi yang sama tahun lalu menjadi Rp 106,58 triliun. Dana Pihak Ketiga Perseroan pada posisi yang sama tumbuh 22,61 persen menjadi Rp 101,35 triliun pada 2014. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya