BPS: Pengkritik Jokowi tak lihat slide paparan pertumbuhan ekonomi
Merdeka.com - Jurnalis sekaligus analis ekonomi asing, Jake van der Kamp mengkritik pernyataan Presiden Joko Widodo saat di Hong Kong yang menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggi ketiga di dunia. Dari hasil penelitiannya, ternyata pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak sebaik seperti yang digembar gemborkan oleh Presiden Jokowi.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, mengatakan kritik yang dilontarkan jurnalis asing tersebut tidak perlu ditanggapi serius. Sebab, jurnalis asing itu tak melihat paparan Jokowi soal pertumbuhan ekonomi saat di Hong Kong.
"Yang ngeritik tidak melihat bahan slide Pak Jokowi. Yang ditayangkan Pak Jokowi adalah pertumbuhan ekonomi untuk G20," ujarnya di Kantornya, Jakarta, Jumat (5/5).
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia memang menjadi tertinggi ketiga di dunia untuk negara G20. Di atas Indonesia ada India dan China yang masing-masing tumbuh 7,1 persen dan 6,69 persen.
"Dan kalau dilihat, PE G20, memang PE Indonesia pada 2016 5,02 persen memang ada di posisi ketiga. Saya pikir itu sudah diklarifikasi oleh istana," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati angkat bicara terkait kritikan analis ekonomi asing, Jake van der Kamp terhadap Presiden Joko Widodo soal pengklaiman pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggi ketiga di dunia. Menteri Sri Mulyani mengatakan, yang dimaksud Presiden Jokowi bukan pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggi ketiga di dunia melainkan tertinggi ketiga di tingkat G20.
"Kan slide-nya disebutkan di dalam G20. Jadi (harusnya) dia baca, dia lihat, (baru) kemudian berkomentar," kata Sri Mulyani.
Secara terpisah, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki mengatakan Presiden Jokowi menyampaikan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia sesuai dengan isi slide. Dalam slide tercantum pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggi ketiga di G20.
"Sebenarnya yang disampaikan Presiden termasuk di slidenya beliau itu adalah Indonesia menempati pertumbuhan ketiga setelah India dan Cina, Indonesia itu dalam negara-negara G20," jelas Teten.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya