BPS: Harga beras di petani naik, di tingkat grosir turun
Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, harga rata-rata beras di tingkat petani maupun di penggilingan mengalami peningkatan pada Oktober 2016 dibanding September 2015. Harga gabah kering panen (GKP) di petani naik 0,4 persen sebesar Rp 4.555 per kg, dan di tingkat penggilingan naik 0,47 sebesar Rp 4.643 per kg.
Sedangkan harga gabah kering giling (GKG) di petani naik 0,51 persen sebesar Rp 5.312 per kg, dan di tingkat penggilingan naik 0,31 persen sebesar Rp 5.413 per kg. Sementara harga gabah kualitas rendah di tingkat petani naik 0,85 persen sebesar Rp 4.111 per kg, dan di tingkat penggulingan naik 0,65 persen sebesar Rp 4.211 per kg.
Dari 1.502 transaksi penjualan gabah di 23 provinsi selama Oktober 2016, didominasi transaksi GKP sebesar 74,57 persen, gabah kualitas rendah sebesar 17,31 persen, dan GKG sebesar 8,12 persen.
"Kita bisa melihat bahwa harga gabah di petani mengalami kenaikan tentunya ini menggembirakan. Ada kenaikan di level petani dan penggilingan. Namun harga di level grosir mengalami penurunan dan beras eceran sedikit naik. Kita tahu bobot beras di inflasi cukup tinggi, dan ini terkendali," kata Kepala BPS, Suhariyanto di Jakarta, Selasa (1/11).
Meski begitu, dibandingkan Oktober 2015, rata-rata harga gabah mengalami penurunan, baik di tingkat petani maupun penggilingan. Di petani, GKP menurun 7,14 persen, GKG sebesar 0,82 persen, dan gabah kualitas rendah sebesar 7,16 persen.
"Sementara di penggilingan, GKP menurun 6,84 persen, GKG sebesar 0,81 persen, dan gabah kualitas rendah sebesar 6,8 persen," imbuhnya.
Sementara rata-rata harga beras kualitas premium pada Oktober 2016 di tingkat penggilingan naik 0,24 persen sebesar Rp 9.133 per kg, dan rata-rata harga beras kualitas medium naik 0,17 persen sebesar Rp 8.981 per kg.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya