Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BPS catat penyaluran raskin masih salah sasaran

BPS catat penyaluran raskin masih salah sasaran Beras Raskin. ©2013 Merdeka.com/m. luthfi rahman

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) masih mencatat penyaluran beras miskin atau raskin di Indonesia belum tepat sasaran. Padahal, jumlah warga miskin di Tanah Air meningkat selama Maret-September 2013.

Kepala BPS Suryamin mengatakan hasil survei di 61 kota menunjukkan, lima golongan rumah tangga sama-sama menerima raskin dengan jumlah yang sama setiap bulan. Seharusnya, hanya dua golongan rumah tangga termiskin saja (golongan Q1 dan Q2) yang berhak menerima jatah 15 kilogram raskin.

"Banyak yang salah sasaran, jadi keluarga golongan Q3, Q4, dan Q5 banyak yang juga membeli raskin. Ini sepertinya karena di lapangan, ada kebijakan sama rata," ujarnya di Jakarta, Kamis (2/1).

Sebagai gambaran, pada September, rumah tangga Q1 yang berhak menerima raskin jumlahnya 82,6 persen, meningkat ketimbang Maret sebesar 74,5 persen. Anehnya, dalam periode yang sama jumlah rumah tangga terkaya (golongan Q5) juga ikut melonjak, dari 13,6 persen menjadi 15,31 persen.

Berdasarkan itu, BPS mendesak pemerintah untuk memperbaiki penyaluran raskin agar lebih tepat sasaran. Mengingat, bahan pangan pokok, semacam beras, sangat mempengaruhi tingkat kemiskinan di kota dan desa.

Di kota, berdasarkan survei, beras mempengaruhi 24,81 persen status kemiskinan sebuah rumah tangga. Sedangkan di pedesaan, makanan pokok ini berpengaruh lebih besar lagi, mencapai 32,72 persen.

Ditemui terpisah, Deputi Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Wynandin Imawan mengusulkan agar raskin digratiskan. Alasannya, warga miskin belum tentu memiliki uang untuk membeli raskin yang dijual seharga Rp 26 ribu per 15 kilo.

"Dia sehari saja belum tentu pegang Rp 5.000. Ketika hari pembagian, mereka beli 5 kilo saja. Itu bisa jadi yang menyebabkan banyak lurah yang mengambil kebijakan semua warga bisa membeli raskin," ungkapnya.

Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin di Indonesia pada periode Maret-September 2013, bertambah 480 ribu orang. Dari total seluruh penduduk Indonesia, sebanyak 28,55 juta orang atau 11,47 persen masih berada di bawah garis kemiskinan.

(mdk/yud)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP