BPS akan data omset usaha jual beli online mulai tahun depan
Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) berencana melakukan pendataan omset Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan perusahaan jual beli online yang saat ini tengah marak di Indonesia pada tahun depan. Dengan pendataan tersebut, BPS dapat mengetahui potensi bisnis dan nilai outputnya.
Kepala BPS Suryamin mengatakan pendataan tersebut bertujuan untuk mengukur peran para pelaku usaha sektor UMKM dan jual beli online dapat pertumbuhan tenaga kerja dan ekonomi nasional.
"Kemudian juga ini bisa juga memberikan gambaran kepada pemerintah untuk mengambil kebijakan pada dunia usaha. Bagi pemerintah, nanti akan lebih lengkap lagi yang perlu didorong, dibantu dalam penyerapan tenaga kerja, value added supaya pertumbuhan ekonomi lebih baik. Ini juga di mana bagi dunia usaha bisa juga sebagai pangsa pasar karena dunia usaha ini sebagai partner bisnis sebagai penghasil bahan baku dan juga pembeli dari barang yang dihasilkan," ujar dia kepada wartawan di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (10/12).
Sensus tersebut rencananya akan dilakukan bagi pelaku bisnis baik yang memiliki izin ataupun belum punya izin resmi. Untuk itu, Suryamin mengaku akan membutuhkan 300.000 mitra guna merealisasikan sensus tersebut.
"Untuk melakukan sensus ini kita butuh 300.000 mitra dan kita akan rekrut mitra statistik teman-teman di daerah," kata dia.
Selain sensus usaha, BPS akan melakukan pendataan secara lengkap pada sektor ekonomi di luar pertanian seperti pertambangan, manufaktur, perdagangan, perhotelan, jasa, perdagangan dalam dan luar negeri.
"Baik jumlah usaha, menurut skala dari yang paling kecil, mikro, menengah, besar itu kita akan tahu potret secara lengkap seluruh wilayah Indonesia," jelas dia.
Untuk itu, BPS bakal merekrut 300.000 mitra kerja. Syaratnya, pendidikan minimal SLTA. Nantinya, para calon mitra ini akan diberikan pelatihan guna menyelaraskan maksud pertanyaan pada saat melakukan sensus.
Para calon mitra yang akan melakukan sensus ekonomi pada tahun depan akan menerima bayaran sebesar Rp 2,5 juta per bulan.
"Mereka akan kita kontrak sampai sensus ekonomi usai, nantinya mereka akan mendapatkan bayaran sebesar Rp 2,5 juta," pungkas dia.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya