Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BPN: Rencana Impor Beras 500 Ton Tidak Dilakukan Saat Panen Raya Maret 2023

BPN: Rencana Impor Beras 500 Ton Tidak Dilakukan Saat Panen Raya Maret 2023 Stok Beras Bulog. ©2021 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Kepala Badan Pangan Nasional (BPN)/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi menegaskan rencana impor beras sebanyak 500 ribu ton tidak dilakukan dalam waktu dekat. Mengingat, sejumlah wilayah sentra produksi beras akan memasuki panen raya pada Maret sampai Mei 2023 mendatang.

"Sekali lagi, jangan lagi panen raya kita impor. Berarti gak ada panen raya," kata Arief di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (17/3).

Dia menjelaskan, rencana impor beras masih dalam tahap pembahasan sembari menunggu hasil produksi panen raya. Adapun perhitungan produksi beras nasional akan melibatkan kementerian/lembaga terkait.

"Kita tunggu hasil hitungan beras mulai panen Maret ini (3 bulan) apakah cukup. Kalau cukup, sudah enggak ada diskusi (impor) lagi. Kalau tidak cukup harus antisipasi ini," ungkapnya.

Arief menyampaikan rencana untuk mendatangkan kembali beras impor tersebut dilatar belakangi oleh sejumlah faktor. Antara lain serapan beras oleh Perum Bulog yang masih rendah.

Selanjutnya, pemerintah juga harus menyalurkan bantuan sosial berupa beras kepada masyarakat kurang mampu. Arief mencatat, ada lebih dari 21 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang terdaftar sebagai penerima bansos beras sebanyak 10 kilogram per bulan pada Maret - Mei 2023.

"Jika ditotal, artinya tiap KPM akan mendapat 30 kilogram beras untuk tiga bulan. Sehingga, kalau tidak cukup harus kita antisipasi ini," pungkasnya.

Antisipasi Krisis Pangan, Pemerintah Berencana Kembali Impor 500.000 Ton Beras

Sebelumnya, Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan mengatakan, pemerintah membuka peluang untuk kembali melakukan impor beras sebanyak 500 ribu ton. Nantinya, impor beras ini akan dilakukan usai masa panen raya.

"Maksud saya kita beli dulu (impor), nanti masuknya setelah panen raya tidak apa-apa," katanya kepada awak media di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Kamis (16/3).

Dia menyampaikan, impor dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan stok beras di tengah ancaman krisis pangan. Mengingat, serapan beras oleh Perum Bulog dinilai masih lebih rendah dari target yang ditetapkan.

"Sekarang stoknya ada, tapi tidak banyak. Harusnya Bulog sampai 1,2 (juta ton), tapi baru 35 ribu ton," ungkapnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP