Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BPK sarankan Merpati tak ditutup, Dahlan lega

BPK sarankan Merpati tak ditutup, Dahlan lega Armada PT Merpati Nusantara Airlines yang kini terancam bangkrut. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, menyetujui rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selepas mengaudit neraca PT Merpati Nusantara Airlines. Kemarin (14/4), auditor negara menilai penutupan usaha belum perlu dilakukan, kendati membenarkan kerugian BUMN penerbangan perintis ini sudah tidak tertolong lagi.

Namun, BPK menyarankan beberapa langkah penyelamatan, salah satunya agar direksi Merpati fokus menggarap penerbangan perintis.

"Bagus bahwa merekomendasikan itu, ya kita carikan jalan keluarnya, karena jalan keluar tidak tersedia sekarang juga ini harus sejalan dengan keinginan kita," ujar Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (15/4).

Selain itu, Dahlan mengakui kebangkrutan Merpati hingga akhirnya memiliki utang sebesar Rp 7,3 triliun akibat kesalahan dari manajemen perusahaan pelat merah tersebut. Untuk itu, mantan Dirut PLN ini akan membahas nasib Merpati pada Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian BUMN pada Kamis (17/4) nanti.

"Ya diperjuangkan terus. Nanti baru dibahas di Rapim," katanya.

Untuk diketahui, kemarin BPK merekomendasikan agar Merpati tidak dibangkrutkan. Karena, tenaga kerja yang terserap serta layanan yang bisa lumpuh ketika BUMN penerbangan itu dibiarkan bangkrut.

"Maka dari itu pemerintah akan mengupayakan penyelamatan melalui PPA, dengan mempertimbangkan doing concern perusahaan," kata Ketua BPK, Hadi Poernomo Kemarin.

BPK menyarankan beberapa langkah penyelamatan, yakni direksi Merpati fokus menggarap penerbangan perintis. Dan Kerja Sama Operasional dengan Pemda yang menguntungkan.

BPK juga menyarankan direksi Merpati membuat business plan realistis buat menggandeng investor swasta, meliputi efisiensi biaya. Armada yang kerap bermasalah, juga disarankan auditor negara untuk tidak digunakan lagi.

Saran BPK berkebalikan dengan keyakinan Kementerian BUMN. Walau berkukuh Merpati harus diselamatkan, Dahlan sempat mengatakan bahwa kembali mengarahkan maskapai itu menggeluti bisnis perintis yang mengandalkan subsidi negara, sama saja membunuhnya perlahan-lahan.

"Penerbangan perintis itu adalah penerbangan yang dulu disubsidi. Sekarang kan enggak ada subsidi. Kalau Merpati harus menerbangi penerbangan perintis terus sama dengan membunuh Merpati," kata Dahlan di kantornya pekan lalu. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP