BPK keluhkan kekurangan tenaga auditor
Merdeka.com - Tiap tahun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) harus mengaudit ratusan laporan keuangan milik pemerintah pusat dan daerah. Di sisi lain, BPK mengalami keterbatasan sumber daya manusia khususnya auditor.
Wakil Ketua BPK, Sapto Amal Damandri mengatakan kekurangan sumber daya manusia ini menjadi poin penting yang nantinya akan dibicarakan dalam rapat kerja dalam waktu dekat.
"BPK mengalami keterbatasan sumber daya manusia, Insya Allah kalau anggaran cukup, tapi auditor kurang. Sehingga dalam raker itu kita akan sepakati tambahan pemeriksaan kinerja yang mendukung," ujarnya di Gedung BPK, Jakarta, Rabu (1/7).
Dengan banyaknya audit laporan keuangan yang harus dikerjakan setiap tahun, Sapto berharap bisa segera diberi tambahan auditor baru. Solusi lain, sebagian laporan keuangan diserahkan ke akuntan publik.
"Mudah-mudahan tahun depan tambah banyak (auditor) sehingga pemeriksaan keuangan yang tertentu di raker besok kita siapkan kita serahkan ke kantor akuntan publik, kami selalu diskusi dengan rekan-rakan akuntan dan mudah-mudahan hasilnya lebih cepat," ungkapnya.
Kebutuhan ini sudah disampaikan ke pemerintah agar mendapat perhatian khusus dan segera ditindaklanjuti. Persoalannya bukan hanya kekurangan SDM, tapi juga kualitas dari auditor yang dinilai masih perlu ditingkatkan.
"Kami selalu melakukan pendidikan bagi rekan-rekan auditor di pusdiklat kami untuk melakukan kinerja sharing dengan negara lain, antara lain Australia, kita bicara khusus masalah itu," jelas dia. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya