BPJS dan KIS Bali utang Rp 23 miliar ke RSUD Tabanan
Merdeka.com - Hingga saat ini, BPJS dan Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) atau Kartu Indonesia Sehat menunggak pembayaran mencapai Rp 23,4 miliar ke RSUD Tabanan. Rinciannya, BPJS Bali berutang Rp 17,35 miliar dan JKBM sebanyak Rp 6,06 miliar.
Direktur BRSUD Tabanan, I Nyoman Susila mengatakan kendati memiliki piutang, pelayanan RSUD Tabanan tak akan terganggu. "Masyarakat tidak usah khawatir, kami sudah antisipasi dan kami jamin sampai akhir tahun ini, BRSUD tidak akan bangkrut, semua akan berjalan seperti biasa, bisa beli obat dan bayar gaji serta jasa pelayanan," ujar Susila, Sabtu (18/11).
Menurutnya, piutang ini baru pertama kali dilakukan pihak BPJS. Hal ini diduga lantaran BPJS tengah mengalami kesulitan likuidasi keuangan.
Dia menambahkan tunggakan BPJS kepada RSUD Tabanan sampai Nopember mencapai Rp 17,2 miliar. Namun, belum lama ini sudah ada pembayaran sebesar Rp 8,7 miliar sehingga sisa utang BPJS mencapai Rp 8,5 miliar.
Saat ini, lanjut Susila, untuk menutupi tunggakan tersebut, pihaknya menggunakan Silpa RSUD Tabanan yang belum disetor ke kas daerah. Sehingga guna menjaga kelangsungan RSUD Tabanan, pihaknya terpaksa memanfaatkan silpa tersebut.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya