BPH Migas Sebut Kuota BBM Subsidi Jebol Akibat Penyelewengan
Merdeka.com - Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengatakan, berdasarkan pengamatan penyaluran solar subsidi, konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis Tertentu atau solar subsidi berpotensi melebihi kuota yang ditetapkan pada tahun ini sebesar 14,5 juta Kilo liter (Kl).
"Kita prediksikan potensi over kuota, dari kuota 14,5 juta untuk solar potensi 0,8 sampai 1,3 juta Kl," kata Fanshurullah, di Kantor BPH Migas, Jakarta, Rabu (21/8).
Dia mengungkapkan, potensi jebolnya kuota solar disebabkan penyaluran BBM bersubsidi yang tidak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014. Penyelewangan BBM subsidi dilakukan pada kendaraan tambang dan perkebunan, padahal kendaraan tersebut tidak berhak menggunakan BBM bersubsidi.
"Di duga wilayah penyimpangan BBM subsidi banyak terjadi di daerah tambang dan perkebunan," tuturnya.
Di kesempatan yang sama, Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas’ud Khamid menambahkan, berdasarkan catatan Pertamina, ada beberapa daerah yang penyelewengan BBM bersubsidinya tinggi yaitu Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Timur dan Sulawesi.
"Kami mengindikasi ada sejumlah provinsi yang over kuota (utamanya) di daerah yang industri tambangnya mulai bergeliat," tandasnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya