Bos PLN siap didik santri jadi berwawasan bisnis
Merdeka.com - Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Sofyan Basyir mendorong agar para santri memiliki keterampilan khusus. Salah satu bentuk dorongannya adalah dengan mengunjungi langsung sala satu pesantren di Sukabumi, Jawa Barat.
Menurut Sofyan, hal itu perlu dilakukan agar kelak ketika lulus dari pesantren, para santri sudah siap memasuki dunia kerja sehingga kehidupan ekonominya akan meningkat.
"Bagaimana kita sebagai BUMN untuk peduli pesantren dan para santri. Bagaimana mereka ini diberdayakan secara ekonomi, bagaimana mereka dididik misalkan di tempat pelatihan PLN yang untuk misalkan bagaimana mereka membangun gardu-gardu transmisi listrik," kata Sofyan, di sela acara penyaluran bantuan CSR BUMN, di balai desa Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat.
Sofyan berpendapat, para santri tidak hanya diberikan ilmu agama tapi juga ilmu dalam bidang masalah kehidupan, dalam arti kata mereka setelah selesai melaksanakan tugas mereka sebagai santri, mereka akan menjadi santri yang berwawasan bisnis.
"Mereka bisa bekerja bisa berpenghasilan itulah semua BUMN diminta untuk masuk ke pesantren-pesantren di Sukabumi. Ini kan selama ini belum terlalu intens, nah ini diminta intensifikasi dalam arti kata kita datangi," ujar Sofyan.
Saat ini, kata Sofyan sudah ada beberapa pesantren yang melaksanakan pendidikan formal. Di situlah BUMN bisa masuk dan berperan untuk membekali para santri dengan ilmu bisnis.
"Jadi ada dua kalau dari pagi sampai siang dia pendidikan formal lalu setelah itu pendidikan agama. Jadi kami diminta oleh bu Rini (Menteri BUMN) untuk mulai masuk ke mereka supaya pada saatnya nanti kesenjangan sosial ini berkurang, karena para santri ini punya ilmu bisnis maupun keterampilan. Mungkin yang dari BUMN perhotelan mengajari bagaimana melaksanakan pengelola restoran dan lain-lain misalnya," terang Sofyan.
Selain memberikan bantuan berupa pendidikan, PLN juga akan memberikan bantuan fisik berupa pembangunan asrama dan toilet layak pakai.
"Kami mulai masuk dari bulan depan sudah harus masuk, kita akan datangi beberapa pesantren khususnya mereka yang sangat minim mata kehidupannya, sangat minim pelayanannya kepada para santri. Kami akan masuk membantu fisik sarana dan prasarana," jelas Sofyan.
Sofyan mengatakan, di Indonesia masih banyak sekali pesantren-pesantren yang tidak layak huni. "Dalam arti kata masalah asramanya, asrama putra asrama putrinya harus terpisah jauh, lalu MCK nya kurang bersih, dapurnya tidak higienis, air bersih tidak ada," pungkas Sofyan.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya