Bos PLN: Kebijakan Jokowi bikin aset PLN naik Rp 400 triliun
Merdeka.com - Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir mengaku saat ini PLN tengah melakukan perhitungan ulang atau revaluasi aset. Dia memperkirakan aset perusahaan pelat merah tersebut bakal bertambah Rp 200 hingga Rp 400 triliun.
"Belum tahu nanti setelah penilaiannya, pengakuannya seperti apa, saat ini saya pikir di atas Rp 200 triliun. Aset sekarang ini sekitar Rp 600 triliun. Doain jadi Rp 1.000 triliun," ujar Sofyan kepada wartawan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (26/10).
Sofyan menegaskan, transaksi penilaian aset tersebut sudah hampir selesai. Proses revaluasi aset tinggal menunggu persetujuan dari Kementerian Keuangan.
"Kalau tahun ini bisa, Kementerian Keuangan sudah sangat maju membantu kita. Dari Kementerian BUMN sudah selesai, jadi tinggal pelaksanaannya saja," tandasnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi tahap V mengenai revaluasi aset yang memberikan insentif pajak berupa potongan Pajak Penghasilan (PPh), baik untuk perusahaan swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Insentif pemotongan tarif pajak penghasilan (PPh) hanya berlaku hingga akhir 2016. Dalam revaluasi aset normalnya dikenakan tarif 10 persen namun dalam paket ini ada insentif potongan, sebagai berikut:
- Revaluasi aset hingga 31 Desember 2015, tarif PPh 3 persen- Revaluasi aset 1 Januari hingga 30 Juni 2016, tarif PPh 4 persen
- Revaluasi aset 1 Juli hingga 31 Desember 2016, tarif PPh 6 persen (mdk/bim)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya