Bos PLN: Jika tarif listrik tak naik, rakyat tak mau berhemat
Merdeka.com - Indonesia dinilai sulit lepas dari krisis energi mulai dari listrik hingga Bahan Bakar Minyak (BBM). Listrik di Indonesia masih defisit dan rasio elektrifikasi masih rendah. Kondisi ini akan terus terjadi jika tidak ada penghematan dari masyarakat.
Direktur Utama PLN, Nur Pamudji, mengatakan untuk menciptakan penghematan listrik maka tarif kalangan menengah harus naik. Masyarakat kelas menengah disebut tidak laik mendapatkan subsidi dari pemerintah.
"Listrik golongan menengah seharusnya diberi harga tidak murah. Penghematan pasti ada dan angkanya saya hitung dan nanti saya berikan," ucap Nur Pamudji ketika ditemui di acara peluncuran buku 'The Next One Biografi Dahlan Iskan' di Jakarta, Senin (31/3) malam.
Menurut Nur Pamudji, dengan mahalnya harga listrik maka kelas menengah akan mau berhemat. Saat ini mereka tidak mempan dengan kampanye penghematan karena murahnya listrik.
"Pada dasarnya signal harga tidak pantas disubsidi (kelas menengah). Mereka harus bayar mahal biar mereka berhemat," tegasnya.
Nur Pamudji mencontohkan betapa mahalnya listrik di Prancis. Pembangkit di negara tersebut 80 persen menggunakan tenaga nuklir sehingga harga listrik sangat mahal. Kondisi ini memaksa masyarakatnya untuk berhemat.
"Jadi ketika saya di sana itu di tangga rumah mereka ada tombol ketika dipencet nanti lampu tangganya nyala tapi setelah saya sampai di atas, lampunya mati sendiri. Begitu juga di hotel di Prancis ketika saya naik lift dan berjalan di lorong hotel lampunya nyala. Tapi ketika saya masuk kamar lampunya mati," tutupnya. (mdk/bim)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya