Bos Pertamina jamin tak tutupi hasil audit Petral
Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) menargetkan akan menyelesaikan audit internal Pertamina Energy Trading Limited (Petral) paling lambat pada November 2015 mendatang.
"Akhir Oktober, kalau tidak ada yang harus didalami, nanti kita analisa sama-sama, jadi sekitar November," ujar Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto di Gedung DPR, Jakarta, Senin (19/10).
Dwi menjelaskan, perusahaan akan melihat dan menganalisa kembali hasil audit. Apabila memang ada pelanggaran hukum yang ditemukan dalam audit Petral, maka Pertamina akan membawa ke ranah hukum.
Tak hanya itu, Dwi menjamin tidak akan menutupi hasil audit Petral termasuk apabila internal Pertamina tersandung di dalamnya. "Tidak kita tutupi. Kita kan harus membangun kepercayaan publik. Sekarang ini bagaimana kita membangun kepercayaan publik kepada Pertamina," jelas dia.
Mengenai pengganti Petral sebagai anak usaha, Dwi mengatakan bahwa pihaknya sedang membuat kajian atas hal ini, termasuk pertimbangan penting tidaknya Pertamina memiliki anak usaha yang bergerak di bidang trading internasional.
"Juga apakah perlu ada menangani masalah transportasi internasional dari produk impor kita. Itu semua kalau nanti ada baiknya Pertamina kembangkan internasional bisnisnya," ungkapnya.
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menunjuk badan investigasi asing untuk melakukan audit terhadap Pertamina Energy Trading Ltd. (Petral) dan anak usahanya Pertamina Energy Services (PES). Pertimbangan Pertamina dalam memilih auditor asing adalah keahlian (expertise) mereka dalam audit investigasi.
VP Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan saat ini perseroan sedang menunggu hasil dari investigasi tersebut. Dari temuan hasil investigasi itu, dia berharap dapat melihat hal-hal mana saja yang bisa ditindaklanjuti.
"Badan investigasi sudah ditunjuk sebelum Lebaran. Dia harus ahli di bidang audit investigasi. Tidak bisa hanya audit biasa, atau hanya audit di legal maupun finansial. Tapi, memang ahli auditor investigasi dan harus mempunyai kredibilitas internasional," ujarnya di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta Pusat, Rabu (22/7).
Sayangnya, Wianda enggan menyebutkan badan mana yang ditunjuk untuk melakukan pekerjaan investigasi tersebut. "Ada sih, tapi kita tidak pernah ngomong. Nanti sekalian hasil audit investigasinya saja. Auditor dari luar, dia memang expert untuk audit investigasi," tutur Wianda.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya