Bos OJK dukung holding karena buat produk BUMN lebih murah
Merdeka.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, menyambut baik pembentukan holding badan usaha milik negara (BUMN). Sebab, bisa meningkatkan efisiensi perusahaan.
Terpenting pelayanan yang ditawarkan kepada masyarakat luas dipatok dengan tarif lebih murah. "Service lebih murah dan terintegrasi. Itu adalah spirit dari holding," ujar Wimboh saat ditemui usai peringatan hari ulang tahun OJK yang ke-6 di kompleks kementerian keuangan, Jakarta, Kamis (23/11).
Wimboh menegaskan bahwa holdingisasi BUMN bukan bentuk swastanisasi aset-aset pemerintah. Pemerintah tetap menjadi pemilik mutlak aset-aset perusahaan. "Tak benar itu kalau (dianggap) swastanisasi," tegas Wimboh.
Dia mengungkapkan, wacana holdingisasi untuk sektor perbankan bahkan sudah berhembus sejak lama. "Holdingisasi ini dulu pernah terpikir pada saat (saya) di Bank Indonesia. Ada arah untuk mendorong sinergi perbankan dan tentunya sinergi seluruh anak perusahaan," ungkapnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya