Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bos OJK Beberkan Sejumlah Dampak Buruk yang Dialami UMKM Akibat Pandemi

Bos OJK Beberkan Sejumlah Dampak Buruk yang Dialami UMKM Akibat Pandemi Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. ©2019 Merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyatakan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi sektor bisnis yang paling terdampak buruk pandemi Covid-19. Dia pun membeberkan sejumlah dampak mengerikan yang dialami UMKM imbas dari pandemi Covid-19.

"Seperti penurunan pendapatan, dan juga penurunan omzet penjualan UMKM," ungkapnya dalam webinar OJK bertajuk Digitalisasi Pembiayaan untuk UMKM, Sabtu (18/9).

Dampak mengerikan lainnya, imbuh Wimboh, ialah keterbatasan keuangan untuk membayarkan gaji karyawan. Ini setelah kegiatan produksi terganggu. "Sehingga, akhirnya harus dilakukan pengurangan pegawai," tegasnya.

Wimboh menerangkan, berbagai dampak buruk yang dialami UMKM tersebut tak lepas dari penerapan kebijakan pembatasan sosial maupun ekonomi yang dilakukan pemerintah guna memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Akibatnya tingkat konsumsi masyarakat menjadi terganggu selama kebijakan pembatasan tersebut di terapkan.

"Padahal, sektor UMKM merupakan yang paling yang sangat dipengaruhi oleh tingkat konsumsi masyarakat," tegasnya.

Maka dari itu, OJK berkomitmen penuh untuk terus melahirkan sejumlah kebijakan yang mendukung kebangkitan UMKM. Diantaranya POJK 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Covid-19 yang berlaku sampai dengan 31 Maret 2023 mendatang.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP