Bos OJK beberkan perkembangan industri fintech dunia
Merdeka.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D Hadad mengatakan, perusahaan teknologi finansial atau fintech telah berkembang pesat dan memiliki pangsa pasar yang besar di dunia. Berdasarkan data lembaga riset Accenture, investasi global dalam usaha fintech pada kuartal pertama 2016 telah mencapai USD 5,3 miliar atau naik 67 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Menurut Muliaman, persentase investasi pada perusahaan fintech di Eropa dan Asia-Pasifik naik hampir dua kali lipat. Khusus untuk kawasan Asia-Pasifik, investasi fintech dalam tiga bulan pertama 2016, meningkat lebih dari 5 kali dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu dari USD 445 juta menjadi USD 2,7 miliar, hampir semuanya merupakan kontribusi investasi FinTech di China.
"Di tengah meningkatnya peranan fintech di industri jasa keuangan, kita berlomba-lomba memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin untuk mendorong kontribusi industri FinTech bagi peningkatan inklusi keuangan masyarakat dan juga mendorong lebih efisiennya layanan jasa keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat," ujarnya di ICE BSD, Tangerang, Selasa (30/8).
Untuk industri fintech Tanah Air, nantinya OJK akan melakukan kolaborasi dengan startup fintech yang menyediakan ragam inovasi layanan jasa keuangan yang antara lain terdiri dari jasa online peer–to–peer(P2P) lending, platform pembayaran elektronik, crowdfunding, dan online personal finance.
Sebagian besar inovasi keuangan tersebut menyasar penyediaan layanan jasa keuangan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan dalam mengakses layanan jasa keuangan formal, seperti perbankan.
"Ini merupakan terobosan bagi lebih inklusif dan terjangkaunya produk dan layanan keuangan bagi masyarakat luas," ucapnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya