Bos Mandiri: Pelemahan Rupiah tak pengaruhi kinerja kita
Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak fluktuatif di perdagangan hari ini, Selasa (24/4). Rupiah dibuka di level Rp 13.922 atau hanya mampu menguat tipis dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.975 per USD.
Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, melemahnya Rupiah tidak akan berpengaruh langsung kepada perbankan khususnya Bank Mandiri. Namun, pelemahan Rupiah akan berdampak dan terasa jika berlangsung lama.
"Kalau kinerja Mandiri secara langsung tidak (terpengaruh) karena kita kan secara disiplin menjaga posisi kita, jadi kita tidak bikin posisi currency exposure yang tinggi," kata Tiko, di kantornya, Selasa (24/4).
Tiko optimis saat ini Indonesia sudah lebih siap menghadapi fluktuasi Rupiah dibanding 10 tahun dan 20 tahun yang lalau.
"Dibandingkan situasi 1998, dibandingkan 2008 harusnya sudah makin baik ya, gak seperti tahun 1998 atau 2008 itu rasanya kita sudah semakin siap pada fluktuasi currency," ujarnya.
Namun demikian, jika pelemahan Rupiah berjalan dalam waktu lama, maka dampak negatif akan menimpa nasabah. "Cuma memang kalau berkepanjangan memang akan ada impact ke nasabah. Nasabahnya terutama yang memang punya bisnis bergantung dari impor bahan baku yang harus menggunakan USD," ujarnya.
Sementara itu, nasabah yang melakukan ekspor akan diuntungkan dengan melemahnya Rupiah terhadap USD. "Karena nasabah-nasabah yang seperti batubara, sawit ongkosnya Rupiah malah jualnya di USD, jadi malah beberapa segmen tertentu sebenarnya malah tambah profit karena dia kan jualnya ekspor semua."
"Jadi sebenarnya kalau Rupiah melemah itu ada yang rugi tapi ada yang untung juga," tutupnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya