Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bos KAI minta masyarakat waspadai tiket palsu selama mudik Lebaran

Bos KAI minta masyarakat waspadai tiket palsu selama mudik Lebaran Dirut KAI Edi Sukmoro. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero Edi Sukmoro mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati membeli tiket palsu. Sebab, tiket palsu ini beredar di stasiun-stasiun keberangkatan mudik Lebaran.

"Kami menemukan pada H-2 Lebaran, Jumat (23/11), ada pemudik saat 'boarding', ternyata tiketnya palsu. Untuk itu, masyarakat agar lebih waspada dan lebih cerdas dalam membeli tiket," ujar Edi dikutip Antara, Minggu (25/6).

Menurutnya, di Stasiun Pasar Senen ditemukan sembilan calon penumpang KA Kutojaya Utara (KA 192) dan tiga calon penumpang KA Kutojaya Utara Premium Tambahan (KA 7038) yang kedapatan memiliki tiket boarding pass palsu.

"Di tangan mereka terdapat enam tiket palsu. Dengan tujuan pulang pergi, 12 perjalanan," katanya.

Edi menegaskan, secara kasat mata tiket tersebut tidak telihat palsu karena didesain sedemikian rupa sehingga sangat mirip dengan tiket asli yang dikeluarkan KAI.

Namun, saat akan boarding yang bersangkutan tidak bisa karena tidak bisa dipindai. Petugas pun mengetahui bahwa tiket tersebut palsu.

"Akibatnya, penumpang dengan tiket palsu tersebut sama sekali tidak bisa berangkat. Itu murni kesalahannya, dan risikonya tidak ada toleransi," tegasnya.

Menurut dia, tiket tersebut bukan dari calo, melainkan diperoleh dari seseorang yang memang berniat jahat. Edi menambahkan pelaku kejahatan pengedar tiket palsu tidak bisa ditangkap karena korban membelinya bukan di tempat yang ditentukan atau kerja sama dengan KAI.

"Kasus seperti ini bukan kali pertama terjadi. Kita susah mengantisipasinya. Namun, kami mengingatkan agar warga jangan coba-coba beli tiket di tempat-tempat yang tidak resmi," pungkasnya.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP