Bos Kadin: Rush money itu tidak benar dan jangan sampai terjadi
Merdeka.com - Isu yang merebak di media sosial terkait aksi lanjutan bela Islam pada 2 November mendatang semakin beragam. Salah satunya adalah isu akan adanya permintaan agar warga menarik seluruh uang tabungannya yang ada di bank secara massal pada 25 November atau disebut dengan istilah rush money.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Roeslani menegaskan bahwa isu tidak tidak benar. Masyarakat tidak perlu khawatir mengenai hal tersebut.
"Rush money itu sih tidak benar dan kita pun imbau jangan sampai terjadi. Kami dari Kadin tegas bilang itu tidak benar. Saya tanya ke teman-teman pengusaha bilang tidak ada yang seperti itu," kata Rosan di Hotel Sari Pan Pasifik, Jakarta, Senin (21/11).
Menurutnya, aksi penarikan seluruh uang tabungan secara massal justru akan berakibat buruk bagi perekonomian nasional. Sehingga, dia mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh ajakan tersebut dan lebih mementingkan kemajuan negara Indonesia.
"Saya yakin tidak ada. Percaya sama saya tidak akan ada. Karena itu bisa merusak semuanya juga. Jadi janganlah melakukan hal-hal seperti itu," imbuhnya.
Di tempat yang sama, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad mengatakan bahwa aksi rush money hanya hoax. "Tidak ada itu rush money, tidak ada," pungkasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya