Bos IMF nilai Asia punya pengalaman hadapi krisis finansial global
Merdeka.com - Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde menilai Asia memiliki pengalaman melalui krisis ekonomi. Ini menjadi modal Asia ketika menghadapi krisis finansial global dan tamper tantrum pada 2013.
"Dengan menguatkan kebijakan makroekonomi dan sistem keuangan, Asia bisa mencegah instabilitas," kata Lagarde saat menjadi pembicara kunci dalam konferensi internasional bertajuk: Future of Asia's Finance, di Bank Indonesia, Rabu (2/9).
Saat ini, lanjut Lagarde, Asia mengalami dampak dari perlambatan ekonomi China, Jepang, kemerosotan harga komoditas. Di luar itu, Asia juga menghadapi tantangan dari ketidakpastian penaikan suku bunga The Fed.
"Pesan saya hari ini, Asia tetap punya alasan untuk menjaga kepercayaan diri," katanya. "Pemerintahan di Asia sepenuhnya mengerti apa yang harus dilakukan dan bertindak lebih jauh sesuai kebutuhan."
Meski menyadari setiap negara memiliki kebijakan berbeda untuk memitigasi risiko ekonomi global. Namun, Lagarde mencatat setidaknya lima hal yang harus menjadi sasaran kebijakan.
Yaitu, memperkuat pertahanan dengan membuat kebijakan fiskal prudent, mengekang pertumbuhan kredit eksesif. Lalu, menjadikan nilai tukar sebagai peredam goncangan (shock absorber), menjaga kecukupan cadangan devisa, dan membangun peraturan dan pengawasan sektor keuangan.
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya