Bos GO-JEK tak mau disalahkan soal keluhan driver sulit cairkan uang
Merdeka.com - Dari pengakuan CEO PT. GO-JEK Indonesia Nadiem Makarim, setiap hari pihaknya menerima ratusan lamaran orang yang berminat bergabung menjadi driver GO-JEK. Latar belakangnya beragam. Dari tukang ojek pangkalan sampai mahasiswa. Tak jarang ada karyawan yang mencari pekerjaan sampingan.
Tambahan penghasilan jadi latar belakang orang berminat menjadi driver Go-JEK. Bagaimana tidak, dalam sehari jika mulai mengambil pesanan sejak pagi hingga malam, seorang driver GO-JEK mampu mengantongi lebih dari Rp 500.000.
Namun beberapa bulan terakhir tak sedikit driver GO-JEK mengeluhkan susahnya pencairan uang hasil keringat mereka. "Waktu mau diambil uangnya suka enggak bisa. Katanya sistemnya error atau apalah," ungkap Miftah, salah satu driver GO-JEK.
CEO GO-JEK Nadiem Makarim tak menampik sempat terjadi gangguan dalam penarikan uang driver GO-JEK. "Saya dengar dan memang benar waktu itu lagi ada masalah sistem," ujar Nadiem kepada wartawan di Kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (6/8) kemarin.
Namun Nadiem tidak mau disalahkan atas lambannya pencairan dana driver GO-JEK. Dia menuding kesalahan sistem berasal dari bank yang bersangkutan.
"Tidak hanya driver, kita pun kadang mengalami kan sistem bank yang error. Tidak bisa narik duit atau e-banking bermasalah. Jadi itu memang murni sistem bank nya bukan karena overload, banyak yang jadi driver terus banyak yang narik duit. Bukan karena itu," jelasnya.
Pria lulusan Harvard University ini menjamin driver Go-Jek tidak akan mengalami kendala saat penarikan uang. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya