Bos Garuda Indonesia target polemik dengan pilot dan karyawan ada solusi awal Juli
Merdeka.com - Polemik yang terjadi di dalam tubuh Garuda Indonesia antara manajemen dengan karyawannya yang tergabung dalam Asosiasi Pilot Garuda (APG) dan Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) masih belum menemui titik temu. Hari ini, Senin (25/6), Satgas bentukan Kementerian Koordinator Kemaritiman kembali mengadakan pertemuan mediasi antara kedua belah pihak.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan hingga perwakilan Kantor Staff Presiden.
"Melanjutkan pembahasan di Satgas yang lalu. Jadi melakukan mediasi antara manajemen dengan pihak sekertariat bersama Sekarga," kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala Mansury saat ditemui usai pertemuan di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Senin (25/6).
Pahala mengungkapkan, masih akan ada beberapa pertemuan lanjutan yang akan dilakukan supaya solusi yang dihasilkan betul-betul bisa diterima oleh kedua belah pihak. "Tentunya bahwa kita betul-betul ingin mencari satu kondisi yang bisa diterima semua pihak lah tentunya. Jadi mudah-mudahan dalam waktu sebelum akhir minggu pertama bulan Juli kita sudah bisa bertemu dalam satu pemahaman yang sama," ujarnya.
Pahala menyatakan dalam pertemuan tersebut Menko Luhut berpesan agar semua pihak bisa mencari solusi bersama yang bisa disepakati oleh kedua belah pihak. "Tentunya kalau dari pihak manajemen Garuda selalu terbuka untuk bisa berdiskusi mencari titik temu, apakah terkait denga kebijakan perusahaan, kebijakan SDM, kita membuka diri."
Meski tengah terjadi kemelut, Pahala memastikan pelayanan kepada pelanggan tidak akan berkurang. "Yang penting adalah layanan kepada masyarakat masih kita jaga bersama agar tidak terjadi gangguan. Gimana kita bisa memberikan pelayanan terbaik."
Sementara itu, pihak dari Kemenhub dan Kemenkeu menolak untuk diwawancara.
Sebelumnya, Asosiasi Pilot Garuda (APG) dan Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) menyatakan tetap akan melakukan aksi mogok.
"Menindaklanjuti pemberitahuan kami sebelumnya perihal rencana aksi mogok yang akan dilakukan. Kami menyatakan akan melakukan aksi mogok paling lambat pada Minggu kedua bulan Juli tahun 2018," kata Ketua Umum Sekarga, Ahmad Irfan dalam keterangan resminya.
Dia menegaskan aksi mogok tersebut terpaksa dilakukan jika belum ada solusi terbaik dari pihak Pemerintah. Sementara itu, selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran mereka akan tetap bekerja seperti biasanya.
"Kami menyatakan sangat mendukung kegiatan operasional untuk kelancaran arus mudik dan balik Lebaran tahun 2018."
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya