Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bos Garuda curhat belum direstui lepas landas dari Bandara Halim

Bos Garuda curhat belum direstui lepas landas dari Bandara Halim Garuda Indonesia. merdeka.com/faisalassegaf

Merdeka.com - Garuda Indonesia Tbk (GIAA) berharap bisa mulai mengudara dari Bandara Halim Perdanakusuma pada awal Maret 2014. Namun, hingga saat ini Garuda belum juga lepas landas dari Bandara milik Angkatan Udara tersebut.

Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar angkat bicara mengenai hal ini. Diakuinya, Garuda belum memindahkan beberapa rute penerbangannya ke Bandara Halim bulan ini. Sebab belum memperoleh alokasi slot penerbangan dari otoritas penerbangan yakni Kementerian Perhubungan.

"Kita komitmen kita akan terbang 1 bulan setelah kita dapat alokasi slot. Kalau kita belum terbang (dari Halim) sampai sekarang, artinya apa? Kita belum dapat slot," kata Direktur Utama GIAA Emirsyah Satar di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (24/3) malam.

Sebelumnya, Garuda Indonesia memastikan menunda operasional armadanya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada bulan Februari 2014 lantaran izin penerbangan yang diajukan untuk lima rute belum disetujui oleh otoritas penerbangan.

"Iya izin penerbangan kita belum di approve oleh otoritas, jadi kita rencanakan Maret awal sudah terbang dari Halim," ujar Humas PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Ikhsan Rosan kepada merdeka.com, Senin (24/2).

Lima rute penerbangan yang akan dilayani Garuda dari bandara Halim adalah Surabaya, Palembang, Pontianak, Jogjakarta dan Semarang. Meski belum beroperasi, persiapan penyesuaian pelayanan sudah mulai dikerjakan. Mulai dari pembangunan counter tiket, ruang tunggu dan lounge Garuda Indonesia.

Vice President for Corporate Communications Garuda Indonesia Pujobroto mengungkapkan, Garuda Indonesia mempunyai 520 penerbangan ke pelbagai kota di dalam negeri maupun luar negeri setiap harinya. Sebagian besar penerbangan di Bandara Cengkareng. Untuk jadwal pagi mulai pukul 05.00-10.00 WIB, ada empat puluh penerbangan.

"Jadi kita sudah mengajukan 10 slot penerbangan di Halim untuk mengurangi kepadatan di Cengkareng. Tapi sampai sekarang belum ada persetujuan dari Kementerian," ujar Pujobroto.

Untuk rute penerbangan dari Bandara Halim akan dipilih yang selama ini memiliki frekuensi terbanyak di bandara Soekarno-Hatta. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP