Bos DBS: Perbankan tetap kuat meski ada perlambatan ekonomi
Merdeka.com - Presiden Direktur DBS Indonesia, Paulus Sutisna angkat bicara terkait kinerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam lima tahun terakhir. Menurutnya, keberadaan OJK mampu menjaga stabilitas perbankan meskipun saat ini terjadi perlambatan ekonomi global.
Kondisi berbeda terjadi saat krisis 1998 dan 2008. Kala itu, OJK belum terbentuk sehingga industri keuangan terlibas oleh gelombang krisis keuangan dunia.
"Jadi OJK konsisten sekali mengawasi memonitor risiko-risiko, mereka mendorong perbankan selalu disiplin dalam menerapkan prinsip kehati-hatian. Mulai dari perizinan penerbitan produk hingga menjaga rasio kredit bermasalah (NPL)," ungkap Paulus Sutisna, Selasa (21/2).
Dia menilai, selama lima tahun OJK telah menerapkan kedisiplinan perbankan yang membuat kondisi perbankan lebih sehat. Selain itu, kepercayaan masyarakat terhadap perbankan pun meningkat. Dalam pandangan dia, OJK selalu mengingatkan perbankan untuk menerapkan prinsip kehati-hatian.
Secara pribadi, dia juga merasa OJK turut andil dalam perkembangan bisnis DBS Indonesia. Komunikasi terbuka yang dilakukan OJK membuat industri keuangan lebih mudah mengembangkan bisnisnya.
"OJK sangat terbuka kalau kita ada masukkan misalnya OJK mau keluarkan aturan mereka kerjasama dengan kita terus juga kalau kita mau mengembangkan produk itu kan butuh izin dari OJK kita kan datang dulu ke OJK izin dulu komunikasi, diskusi, OJK kasih masukan ke kita."
Bisnis DBS Indonesia tumbuh baik di 2016. "Kehadiran OJK sangat membantu industri keuangan terbukti perbankan kita walaupun ada krisis dan perlambatan ekonomi perbankan tetap kuat. Dari sisi DBS sendiri sangat bantu sekali karena komunikasi juga sangat terbuka. Kita tahun 2016 kita revenue-nya kita baik sekali, naik tapi kita belum bisa kasih angka karena masih (belum diaudit) belum bisa keluar. Secara keseluruhan baik sekali," jelas dia.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya