Bos Crown Group beberkan cara Australia jamin keamanan konsumen properti
Merdeka.com - Sektor properti masih menjadi salah satu investasi yang menawarkan imbal hasil tinggi. Namun, kejadian kasus dugaan suap seperti di proyek Meikarta mungkin membuat masyarakat ragu untuk terjun ke bisnis ini.
Berbeda dengan di Indonesia, bisnis properti di Australia nampaknya lebih menjanjikan keamanan untuk calon pembeli. Sistem beli properti di Australia sangat berbeda dengan di Indonesia.
Bos Crown Group, Iwan Sunito, menegaskan sistem pembayaran saat membeli properti seperti apartemen di Australia sangat berbeda dengan Indonesia. Saat calon pembeli sudah cocok dengan unitnya, mereka hanya perlu membayar 10 persen dari harga atau biasa disebut deposit. Uang tersebut juga tidak dibayarkan pada developer atau pengembang, tapi di trust account.
"Jadi kalau bangkrut uangnya dikembalikan karena tidak ditaruh di developer. Uangnya ditaruh di trust account," kata pria kelahiran Surabaya tersebut.
Setelah membayar deposit, pembeli tidak harus membayar apapun sampai unit tersebut selesai atau laik huni. Setelah selesai, calon penghuni harus membayar sisa pembelian dan bisa bekerja sama dengan perbankan.
"Kalau (Indonesia) bayar-bayar developernya bangkrut bagaimana. Tidak bangun pun tetap harus bayar, jadi ini problemnya di situ," imbuhnya.
Informasi saja, Iwan Sunito, pengusaha properti Indonesia masuk dalam jajaran 20 tokoh paling berpengaruh di Sydney, Negara Bagian New South Wales, Australia, versi Southern Courier.
Iwan merupakan satu-satunya orang Indonesia yang masuk dalam daftar Southern Courier.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya