Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bos BNI sebut eksploitasi kekayaan alam RI bisa hambat investasi

Bos BNI sebut eksploitasi kekayaan alam RI bisa hambat investasi Ilustrasi Explorasi Tambang. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI) Achmad Baiquni mengatakan Indonesia merupakan salah satu emerging market yang atraktif sebagai negara tujuan investasi. Hal ini melihat dari kekayaan alam yang melimpah, bonus demografi, pertumbuhan kelas menengah, dan pendapatan per kapita yang meningkat menunjukan potensi yang luar biasa.

Namun, di sisi lain Indonesia juga perlu waspada. Sebab, negara dengan kekayaan melimpah sulit maju akibat terlena dengan eksploitasi sumber daya alam dan lupa untuk mengembangkan sektor berkesinambungan yakni sektor riil.

"Sebenarnya inilah peluang baik untuk Indonesia menarik minat investasi. Sebab, sejauh ini Indonesia cukup beruntung karena perekonomian global yang melambat, sehingga realisasi investasi Indonesia yang didominasi investasi asing masih terus positif," kata Baiquni di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (24/11).

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi penanaman modal asing (PMA) dan domestik pada Januari-September 2016 mencapai ‪Rp 453,4‬ triliun, atau tumbuh 13,4 persen periode sama tahun sebelumnya.

"Jika dibandingkan target 2016 sebesar Rp 595 triliun, maka pencapaian sudah 76 persen dari target. Namun demikian menurut kami kinerja ini masih bisa diakselerasi lebih agreasif lagi terutama untuk mencapai target yang telah ditetapkn BKPM tahun 2015-2019 yakni Rp 3.519 triliun," imbuhnya.

Untuk itu, agar iklim investasi di Indonesia dapat berkembang dan memberikan konstribusi maksimal bagi negara, perlu dilakukan tiga strategi utama. Di antaranya penguatan ekonomi makro yang terdiri dari stabilitas ekonomi, keterbukaan ekonomi dalam kondisi sosial politik, dan ketersediaan infrastruktur.

"Perbaikan tata kelola pemerintah dan kelembagaan yang baik, termasuk kebijakan peraturan perpajakan hingga sektor keuangan. Apabila ketiga strategi ini berjalan baik maka perbaikan iklim investasi akan menjadi kenyataan," jelas Baiquni.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP