Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bos BKPM: Di periode Jokowi, Indonesia punya pengusaha terbanyak

Bos BKPM: Di periode Jokowi, Indonesia punya pengusaha terbanyak Bos BKPM, Thomas Lembong. Anggun ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Trikasih Lembong menyebut bahwa masa pemerintahan Jokowi-JK merupakan periode dengan jumlah pengusaha terbanyak. Oleh sebab itu, pihaknya akan jeli memanfaatkan peluang untuk meningkatkan investasi.

"Ini kabinet dengan jumlah pengusaha terbesar di republik ini. Di saat kita berbenah, kita jangan kehilangan fokus ke peluang," kata Thomas dalam acara Rapat Kerja Kementerian Perdagangan, di Hotel Borobudur, Jumat (3/2).

Thomas menyebut, peluang investasi terbesar saat ini adalah sektor pariwisata atau gaya hidup (life style) dan ekonomi digital.

"Perkiraan kita tahun lalu kenaikan jumlah wisman (wisatawan mancanegara) itu kira-kira 15-25 persen setahu saja. Tahun lalu sekitar 14 juta wisman. Investasi pariwisata kenaikannya cukup drastis, kisarannya 40-50 pertumbuhan pertumbuhan investasi internasional di sektor pariwisata," ujarnya.

Namun demikian, angka tersebut masih jauh dari target investasi sektor pariwisata yaitu Rp 760 triliun.

Dalam pandangan Thomas, investasi di sektor pariwisata memiliki beberapa keunggulan, di antaranya bisa lebih cepat terealisasi dan menciptakan lapangan kerja high quality dengan bayaran atau gaji yang besar. "Karena investasi ini bisa cepat. Kedua, investasi ini sektor jasa. Padat karya. Semua jasa yang mencakup pariwisata adalah semuanya orang, dari makanan minuman sampai house keeping, jasa transportasi, laundry, entertainment, cafe dan lain-lain. Dan itu high quality jobs. Bisa menghasilkan devisa."

Sementara itu, untuk sektor ekonomi digital juga sangat menjanjikan. E-commerce di Indonesia menunjukkan geliat pertumbuhan yang luar biasa.

"Total investasi e-commerce di announce USD 4,8 miliar. Total investasi migas tahun lalu USD 9 miliar. berarti sektor e-commerce itu separuhnya dari investasi tahunan di sektor migas. FDI kita USD 25-USD 30 miliar USD, berarti 1/5 total PMA kita adanya di e-commerce. Nah ini tentunya momentum yang positif, yang menyelamatkan angka investasi kita adalah arus modal di digital economy dan sektor e-commerce."

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP