Bos BI sebut fluktuasi Rupiah lebih baik dibanding Turki dan Brasil
Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo kembali bicara mengenai kondisi perekonomian Indonesia terkini. Menurutnya, ekonomi Indonesia sangat dipengaruhi perekonomian global, salah satu contohnya adalah soal gejolak nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika (USD).
Menurut Agus, sedikit saja gejolak di dunia internasional, maka bisa menyebabkan kenaikan nilai tukar dan atau malah sebaliknya.
"Kalau nilai tukarkan selalu supply dan demand, jadi kalau sekarang fluktuasi kita di bawah 10 persen itu bukan suatu fluktuasi yang terlalu buruk ya. Jadi artinya secara umum ini masih bisa diterima," ujarnya di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (21/10).
Agus menambahkan, fluktuasi tajam nilai tukar tidak hanya dialami Indonesia. Bahkan Turki, Rusia dan Afrika Selatan mengalami gejolak lebih tinggi dibandingkan Indonesia.
"Tapi secara umum kita volatilitasnya di bawah 10 persen dalam keadaan yang bisa diterima," terangnya.
Mantan Menteri Keuangan ini menegaskan, kondisi perekonomian Indonesia sepenuhnya terpengaruh ekonomi global. Tiga hal yang perlu diperhatikan, kondisi perekonomian China, normalisasi kebijakan The Fed dan anjloknya harga komoditas ekspor.
"Jadi tiga faktor itu yang paling dominan," tutup Agus. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya