Bos BI klaim uang baru miliki pengamanan terbaik
Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo melakukan sosialisasi penyebaran langsung uang baru emisi tahun 2016. Masyarakat yang hadir sangat antusias menyambut penyebaran uang tersebut.
"Bapak-Ibu hari ini kita keluarkan uang baru. Tapi tenang saja uang yang bapak ibu punya saat ini masih berlaku," ujar Agus di Pasar Blok M, Jakarta, Senin (19/11).
Agus menjelaskan ada tujuh yang kertas dan empat uang logam yang mulai diedarkan hari ini. Agus menunjukkan satu persatu uang tersebut kepada masyarakat yang datang melihat sosialisasi.
"Kok uangnya jadi kecil ya pak?" ujar seorang warga, disambut tawa warga yang lain.
Mendengar perkataan warga tersebut, Agus menimpali dengan mengatakan meskipun sedikit lebih kecil namun pengamanan terhadap uang tersebut lebih baik dari sebelumnya.
"Kita yakinkan uang ini memiliki pengamanan yang terbaik. Pengamanan uang kertas dan logam yang baru ini antara 9 sampai 12 mulai dari benang warna dan bayangan dan lain lain," ungkap Agus.
Agus menambahkan cara sederhana memastikan keaslian uang baru ini masih sama yaitu diraba, dilihat dan diterawang.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Suhaedi menjelaskan, uang Rupiah kertas yang akan diterbitkan terdiri dari nilai nominal Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000. Sedang uang Rupiah logam terdiri atas pecahan Rp 1.000, Rp 500, Rp 200, dan Rp 100.
"Uang baru tersebut akan dilengkapi dengan unsur pengamanan yang lebih kuat untuk menanggulangi peredaran uang palsu. Antara lain melalui penguatan unsur pengaman antara lain dilakukan melalui color shifting, rainbow feature, latent image, ultra violet feature, tactile effect, dan rectoverso," kata Suhaedi seperti ditulis situs Setkab di Jakarta.
Dari sisi color shifting, apabila dilihat dari sudut pandang yang berbeda, akan terjadi perubahan warna secara kontras. Dari sisi rainbow feature, apabila dilihat dari sudut pandang tertentu akan muncul gambar tersembunyi multi warna berupa angka nominal.
Dari sisi latent image, apabila dilihat dari sudut tertentu akan muncul gambar tersembunyi berupa teks BI pada bagian depan dan angka nominal pada bagian belakang. Dari sisi ultra violet feature (level 2), dilakukan penguatan desain UV feature yang memendar menjadi dua warna di bawah sinar UV. Dari sisi rectoverso, apabila diterawang akan terbentuk gambar saling isi berupa logo BI.
Tak hanya itu, desain uang tahun emisi (TE) 2016 dilakukan dengan penyempurnaan fitur kode tuna netra (blind code) dengan melakukan perubahan desain pada bentuk kode tuna netra berupa efek rabaan (tactile effect) untuk membantu membedakan antar pecahan dengan lebih mudah.
"Pada saat kita mendesain uang baru ini, kita bertemu dengan lebih dari 10 orang. Kemudian kita uji cobakan. Mereka alhamdulillah bisa dengan cepat membedakan," tambah Suhaedi.
Menurut Suhaedi, fitur ini mempermudah identifikasi dan meningkatkan aksesibilitas uang Rupiah bagi penyandang tuna netra. Sesuai dengan amanat UU Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pengesahan Konvensi Mengenai Hak-Hak Penyandang Disabilitas.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya