Bos BI beberkan tiga tantangan pemanfaatan big data
Merdeka.com - Meluasnya berbagai aktivitas berbasis digital telah menciptakan data yang sangat besar dan bervariasi. Data dihasilkan secara sangat cepat (real time), atau yang dikenal sebagai big data.
Data yang sangat besar tersebut menyimpan begitu banyak informasi dan pengetahuan, yang apabila dapat diolah dengan baik akan memberikan manfaat bagi pengambilan kebijakan publik yang juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.
Meski demikian, masih terdapat beberapa tantangan dalam pemanfaatan big data tersebut. Salah satunya terkait jaminan akan kerahasiaan data yang diberikan oleh pemilik data.
"Tentu ini yang utama bahwa apabila kita bekerja sama, si pemilik data tentu, ingin yakin apabila dia sharing data, data itu dijaga kerahasiaannya," ungkap Gubernur BI, Agus Martowardojo, dalam Seminar Nasional dengan "Globalisasi Digital: Optimalisasi Pemanfaatan Big Data untuk Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi", di Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (9/8).
"Oleh karena itu, perlu dibangun suatu mekanisme untuk menjembatani kepentingan pemilik data agar bersedia untuk sharing data, tanpa perlu khawatir akan aspek kerahasiaannya," tambah dia.
Kualitas data yang diterima juga harus perlu didalami dan diperhatikan, mengingat data mentah dalam jumlah yang sangat besar tentu membutuhkan kemampuan memilah, sehingga data yang diambil untuk kemudian dianalisa memang merupakan data yang berkualitas.
"Informasi yang terkandung di dalam big data adalah data mentah yang masih mengandung yang istilahnya noise. Proses data cleansing dengan demikian adalah hal yang critical guna memastikan data yang diperoleh bernilai untuk dianalisis lebih lanjut," katanya.
Selain itu, Agus mengatakan masih diperlukan tenaga-tenaga kompeten untuk masuk dalam bidang pemrosesan big data, sehingga kerja sama dan peran lembaga pendidikan sangat besar.
"Revolusi digital belum diimbangi dengan keluaran perguruan tinggi yang memiliki keahlian memproses big data. Untuk itu diperlukan kolaborasi yang erat dengan dunia akademisi, agar kapabilitas big data dapat juga dibangun secara bertahap di internal institusi," tandasnya.
Karena itu, menurut Mantan Menteri Keuangan ini, kerja sama dari semua pihak untuk saling membagikan pengetahuan dan pengalaman mutlak diperlukan, sehingga pemanfaatan big data dapat lebih baik lagi.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya