Bos BEI semringah pemerintah buka transaksi saham lebih awal dibanding libur Lebaran
Merdeka.com - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio memuji sikap pemerintah yang telah menetapkan transaksi pasar modal dan saham yang dibuka seusai Lebaran pada 20 Juni 2018.
Keputusan membuka transaksi pasar saham tersebut sebelumnya diumumkan oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, di sela-sela keputusan cuti bersama Lebaran yang jadi 10 hari dari 11-20 Juni 2018.
"Saya berterima kasih pada pemerintah yang sudah membuka diri, di mana kegiatan bursa tanggal 20 (Juni) boleh dibuka," ungkap Tito di Siam Square Restauran, Jakarta, Senin (7/5).
Dia melanjutkan, BEI masih memiliki kesempatan untuk terus beroperasi sampai 11 dan 12 Juni nanti, dengan catatan sistem kliring Bank Indonesia (BI) pun tetap dibuka. Sebab menurutnya, transaksi pasar saham dan bursa di BEI masih bergantung pada keputusan sistem kliring di bank sentral RI tersebut.
"Kalau tanggal itu (11 dan 12 Juni) BI buka, saya harus minta izin ke OJK. Kalau kliringnya mereka buka, ya kami juga ikut," tegas dia.
Tito juga memberi usul kepada pemerintah, agar ke depannya bisa membuat regulasi yang lebih pasti terkait penutupan kegiatan transaksi pada saat hari libur nasional. Itu dimaksudkan agar investor mendapat sebuah kepastian serta tidak mengganggu rencana investasinya.
"Soalnya seperti di Amerika Serikat saja, mereka sudah mengumumkan penutupan kegiatan bursa 2 tahun sebelum Hari Paskah atau Natal. Kalau bisa, pemerintah ngasih kepastian soal itu minimal 1 tahun sebelumnya," tukas dia.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya