Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bos BEI Sebut Profesi Akuntan Penting Jaga Integritas Pasar Modal

Bos BEI Sebut Profesi Akuntan Penting Jaga Integritas Pasar Modal akuntan. shutterstock

Merdeka.com - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djayadi mengatakan, profesi akuntan di Indonesia berdampak khusus terhadap industri pasar modal. Menurutnya, profesi ini berperan menjaga kepercayaan investor pada bursa saham.

"Akuntan adalah salah satu yang krusial dalam menjaga integritas pasar modal. Sehingga kebenaran dan akurasi bergantung pada integritas dan kaapabilitas dari akuntan," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (17/1).

Seperti diketahui, BEI telah mencetak rekor baru dengan 57 pencatatan saham baru di pasar modal di 2018. Prestasi itu merupakan yang tertinggi dicapai oleh BEI sejak privatisasi pada tahun 1992.

"Oleh karena itu, momentum ini harus dijaga dengan cara menjaga kepercayaan investor terhadap pasar modal. Adapun hal ini tidak lepas dari peran serta akuntan yang terus bertumbuh," ujarnya.

Dia menjelaskan, BEI mendukung penuh peran dan keberadaan profesi akuntan bagi pengembangan pasar modal di Indonesia.

"BEI sangat mendukung bidang akuntan agar tetap mengikuti perkembangan di bidang akuntan, agar tetap relevan mengikuti perkembangan terkini," tandasnya.

Sebelumnya, Direktur PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Alpino Kianjaya mengatakan revolusi industri 4.0 menuntut banyak hal bergeser dari usaha ke sebuah platform. Hal ini mengharuskan banyak perubahan dan penyesuaian dalam hal teknologi dan sumber daya manusia.

"Akuntan sangat dibutuhkan oleh BEI, karena jika tidak ada akuntan tidak akan ada BEI. ini sangat dibutuhkan oleh para investor dalam mengaudit perusahaan. Semoga ini bisa mengencourage perusahaan-perusahaan yang telah di audit untuk bisa selanjutnya terdaftar di bursa," tutur Alpino di gedung BEI, Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Partner Ernest & Young (EY) Indonesia Isnaeni Achdiat mengungkapkan akuntan di era digital seharusnya memperhatikan data-data non keuangan selain data keuangan. Menurutnya, penguasaan akan data yang komprehensif membantu akuntan untuk berinovasi, dan memberikan gagasan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas perusahaan.

Penguasaan akan ilmu governance dan risk management turut serta menjaga inovasi yang diciptakan akuntan sesuai dengan nilai sosial dan moral di masyarakat. "Data operasional non keuangan lainnya adalah tingkat curah hujan, tingkat kepuasan pelanggan. Kesemua data harus dilakukan analisa agar memperkaya pengambilan keputusan," tuturnya.

Reporter: Bawono Yadika Tulus

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP