Bos BEI sebut isu reshuffle tak pengaruhi pasar modal Indonesia
Merdeka.com - Isu reshuffle kabinet kerja pemerintah kembali mencuat, setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung akan merombak susunan menteri pada April 2017 lalu. Syaratnya, jika presiden menilai kinerja para menteri masih jauh dari targetnya.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengatakan maraknya isu reshuffle saat ini tidak akan mengganggu aktivitas pasar modal di Indonesia. Menurutnya, pelaku pasar sudah lebih bijak dalam melihat potensi pasar di Indonesia dan kondisi perekonomian Tanah Air yang semakin membaik.
Aktivitas politis, tak berpengaruh besar. Di mana ditunjukkan dengan emiten di Indonesia terus bertambah tiap tahunnya.
"Tidak ada pengaruhnya, setiap tahun ada (IPO). Mereka melihat potensi Indonesia," kata Tito di gedung BEI, Jakarta, Kamis (13/7).
Dia menambahkan, BEI tidak berhubungan langsung dengan pemerintah. Sehingga, pergantian menteri tidak akan memberikan dampak yang besar untuk pasar modal.
Meski demikian, pihaknya tetap akan mengikuti strategi sosialisasi rencana kerja pemerintah. "Soal reshuffle, pada dasarnya bursa reportnya ke OJK. Dan OJK yang akan kerja sama dengan para menteri itu. Buat kami sih mestinya siapapun (menterinya) bisa jalan," imbuhnya.
Di tempat terpisah, Juru Bicara Presiden, Johan Budi, menegaskan bahwa belum ada kepastian mengenai rencana reshuffle. "Belum ada informasi dan konfirmasi terkait ada reshuffle atau tidak," ujarnya.
Presiden Jokowi dikabarkan berniat kembali merombak susunan kabinetnya. Sejumlah menteri wanita disebut akan digeser atau dicopot dari jabatannya.
Menteri Keuangan Sri Mulyani disebut akan digeser sebagai menteri koordinator perekonomian. Penggantinya dikabarkan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo yang pernah menjabat posisi ini pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa disebut akan mengundurkan diri untuk persiapan mengikuti pemilihan gubernur Jawa Timur tahun depan. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, disebut menjadi kandidat pengganti Menteri Khofifah.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dikabarkan akan dicopot dari posisinya seiring perseteruan dengan nelayan dan pengusaha. Menteri Susi disebut akan menempati kementerian koperasi dan usaha kecil dan menengah.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno kabarnya juga akan dicopot dari jabatannya. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan disebut akan menggantikan posisi Menteri Rini.
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri akan masuk jajaran kabinet menggeser Teten Masduki sebagai kepala staf kepresidenan. Teten akan menempati posisi baru sebagai menteri pemberdayaan aparatur negara dan reformasi birokrasi yang saat ini diisi oleh Asman Abnur.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya