Bos Bappenas Sebut Pembangunan Palapa Ring Timur Selesai Tahun Ini
Merdeka.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan proyek Palapa Ring Timur akan selesai dikerjakan pada tahun ini. Saat ini, pembangunan proyek tersebut sudah selesai dikerjakan untuk wilayah Indonesia barat dan tengah.
"Barat dan tengah sudah selesai, sudah beroperasi, yang timur tahun ini targetnya," kata dia, saat ditemui, di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (17/1).
Dia menjelaskan, proyek pembangunan jaringan serat optik nasional yang akan menjangkau sebanyak 34 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia tersebut bertujuan untuk memberikan akses telekomunikasi yang merata ke seluruh wilayah Indonesia, khususnya daerah-daerah yang masih tergolong blank spot.
"Kalau kita lihat peta indonesia sebelum palapa ring itu dibuat meskipun provider telekomunikasi sudah berusaha membuat koneksi ke berbaga wilayah di indonesia, ada beberapa wilayah di indonesia yang istilahnya blank spot," jelas dia.
Salah satu penyebab akses internet yang tidak merata tersebut karena beberapa daerah yang tergolong blank spot memang tidak menarik secara bisnis bagi provider telekomunikasi swasta.
"Nah kalau perusahaan biasa tidak masuk, harus pemerintah yang masuk. itulah palapa ring, menghubungkan wilayah-wilayah yang selama ini masih blank, baik di barat, Natuna misalkan itu blank, kemudian di tengah itu juga ada beberapa daerah, sulawesi terutama, Kalimantan, di timur paling banyak, Maluku dan Papua, dan NTT," tandasnya.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menjanjikan, Palapa Ring Timur akan selesai pada pertengahan 2019. Sejauh ini, konstruksi pembangunan Palapa Ring Timur sudah akan mencapai 95 persen.
Pembangunannya pun sempat terhenti lantaran adanya kasus penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga pada awal Desember 2018. Sebagaimana diketahui, infrastruktur kabel internet di Indonesia Timur ini, menghubungkan Papua, Papua Barat, NTT, dan Maluku Barat Daya.
"Kemarin lagi pasang itu diberhentikan, tetapi pembangunan yang lain tidak boleh berhenti, hanya di Nduga dan tempat KKB itu diberhentikan dulu," katanya seperti dilaporkan Liputan6.com, Jumat (4/1).
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya