Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bos Bappenas: Pemerintah Fokus Pengurangan Kemiskinan dan Pengangguran di 2022

Bos Bappenas: Pemerintah Fokus Pengurangan Kemiskinan dan Pengangguran di 2022 Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. ©2021 Foto: Humas Bappenas

Merdeka.com - Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa membeberkan sasaran pembangunan dan pertumbuhan ekonomi dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2022. Sasaran pembangunan tahun 2022 di antaranya pertumbuhan ekonomi dikisaran 5-5,5 persen, nilai indeks pembangunan manusia 73,41-73,46, penurunan emisi gas rumah kaca 26,87 persen, gini rasio nilainya 0,376-0,378.

Kemudian sasaran pembangunan selanjutnya yakni pengangguran terbuka diangka 5,5-6,3 persen, dan tingkat kemiskinan diangka 8,5-9,0 persen. Indikator lainnya Nilai tukar Petani (NTP) sasaran nilainya 103-105, serta nilai tukar nelayan (NTN) sasaran nilainya 104-106.

Namun, ada 3 hal yang menjadi penekanan dalam RKP tahun 2022 yang diterapkan di semua provinsi. Sasaran pertama yaitu pertumbuhan ekonomi, kedua tingkat kemiskinan dan ketiga yaitu tingkat pengangguran.

"Kita melihat dari pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan dan pengangguran, dari tiga hal itu di semua provinsi yang akan melakukan penekanan di tahun 2022," ujarnya di Jakarta, Senin (16/8).

Suharso menyampaikan bahwa untuk mewujudkan sasaran pembangunan di tahun 2022, pemerintah telah menyiapkan strategi pembangunan di 10 sektor. Di antaranya sektor industri dengan meningkatkan nilai tambahnya.

Selanjutnya sektor pariwisata dengan mempercepat pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata. Ketiga, meningkatkan sektor ketahanan pangan masyarakat. Keempat, meningkatkan peran UMKM terhadap ekonomi nasional.

Kelima, meningkatkan pemerataan infrastruktur. Keenam, meningkatkan pemerataan dan kualitas layanan transformasi digital. Ketujuh, sektor pembangunan rendah karbon dengan mencapai penurunan emisi dan intensitas emisi GRK.

Sektor kedelapan, mempercepat reformasi perlindungan sosial. Kesembilan, reformasi pendidikan keterampilan dengan meningkatkan kualitas dan daya saing SDM. Dan terakhir, reformasi sistem kesehatan nasional dengan memperkuat SKN dan penanganan covid-19.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP