Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bos Bappenas: Lompatan turis masuk Indonesia tidak setinggi Jepang

Bos Bappenas: Lompatan turis masuk Indonesia tidak setinggi Jepang Turis berjemur di Kuta. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro menyebut bahwa untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi di Indonesia pemerintah harus gencar mendorong ekspor jasa, khususnya pariwisata. Di mana, saat ini potensi pariwisata di Indonesia masih belum dioptimalkan secara keseluruhan.

"Jelas harus diperkuat sebagai sumber devisa dan jangan hanya kepada ekspor barang, jangan lupa di neraca, kita juga punya ekspor jasa. Dari situlah sektor prioritas pemerintah saat ini sedang gencar-gencarnya di promosikan. Saya yakin breafing kepada para kedubes juga menjadi materi penting adalah pariwisata," kata Bambang di Kantornya, Jakarta, Kamis, (8/3).

Bambang, yang saat ini juga menjabat sebagai Plt Ketua Umum Petugas Pelaksana Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) ini juga mengajak seluruh anggota ISEI untuk mengoptimalkan masuknya wisatawan asing ke Indonesia. Menurut dia, saat ini jumlah turis yang masuk ke Indonesia masih kalah dengan negara-negara tetangga.

"Kenapa lompatan jumlah turis yang masuk ke Indonesia tidak seperti misalnya negara Jepang? Nah mungkin ada bagusnya juga dalam beberapa saat ke depan sampai Agustus ISEI juga mengeluarkan rekomendasi atau posisi khususnya terkait dengan pariwisata," tutur Bambang.

Meski demikian, dalam hal ini kata Bambang bukan berbicara soal bagaimana cara mempromosikan wisata itu sendiri. Sebab menurut dia, tugas tersebut selama ini sudah dilakukan oleh Kementerian Pariwisata. Oleh karenanya, peran dari seluruh pengurus cabang daerah ISEI juga harus terlibat dalam tingkatkan partisipasi daerah pariwisatanya.

"Tapi yang saya lihat peran dari seluruh pengurus cabang sangat penting partisipasi daerah, kita harus tingkatkan partisipasi daerah bahwa pariwisata daerah itu penting. Pariwisata itu akan menggerakkan ekonomi daerah. Fungsi efeknya itu luar biasa," ujar dia.

Sementara selama ini, Bali masih menjadi pusat pariwisata terbesar di Indonesia. Padahal, kalau dilihat dari daerah-daerah lain masih banyak kawasan yang tidak kalah dengan Bali. Hanya saja, belun dimanfaatkan dengan baik.

"Karena ketergantungan kita terhadap Bali. Kenapa? karena daerah lain kurang mengeskplor dan kurang mengembangkan promosinya. Pemerintah sudah bikin sekarang 10 Bali baru atau sepuluh kawasan wisata baru tapi kan itu rencananya butuh waktu untuk bisa dikapitalisasi," terang dia.

Untuk itu, dia meminta kepada seluruh jajaran pengurus cabang ISEI untuk mendorong daerahnya masing-masing dan memberikan prioritas kepada sektor pariwisata. "Nah di sinilah kita yakin teman-teman ISEI di daerah kemudian bisa mendorong daerahnya masing-masing akan ada memberikan prioritas kepada sektor pariwisata. karena terus terang kalau kita ke daerah semua akan bilang di daerah kita pantainya bagus bukitnya indah ada pemikat daya, tapi itu hanya pengamatan hanya observasi tidak ada follow up tindak lanjut, bagaimana pantai itu berpasir putih, jadi real turis objek. Dari hal hal kecil kita akan mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi melalui ekspor jasa yang namanya pariwisata itu," tutupnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP