Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bos Bappenas Akui Sistem Pengendalian Kesehatan Nasional Belum Memadai

Bos Bappenas Akui Sistem Pengendalian Kesehatan Nasional Belum Memadai ASN Rapid Test Covid-19. ©2020 Liputan6.com/Tira Santira

Merdeka.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengakui bahwa sistem pengendalian kesehatan nasional belum memadai. Hal itu tercermin jika dilihat dari jumlah pemeriksaan Covid-19 atau rapid tes kepada penduduk Indonesia masih sangat rendah.

"Seharusnya penduduk di tes kita hari ini jauh ketinggalan harusnya kita saat ini bisa mencapai 30.000 per hari. Orang di tes kita per hari ini 11.000 per hari, Presiden bilang paling enggak sampai 20.000 per hari," ujar Suharso saat melakukan rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, di Jakarta, Senin (22/6).

Dia mengatakan, seharusnya Indonesia mampu memiliki kapasitas untuk melakukan pemeriksaan Covid-19 hingga mencapai 27.000 per hari. Di sisi lain, terjadi kemunduran waktu untuk seseorang bisa mendapatkan hasil tesnya.

"Ini yang mengakibatkan data-data kita, seperti yang terjadi di Jawa Timur, itu mengejutkan kita," ujar Suharso.

Dia menambahkan, selain sistem kesehatan nasional, ketidaksiapan juga terjadi dalam sistem perlindungan sosial di Indonesia. Oleh karenanya dia mendorong agar revormas terus dilakukan untuk sistem perlindungan sosial, penanggulangan bencana, hingga ketahanan pangan.

"Karena Covid-19 ini itu sangat diingatkan kalau ada sesuatu yang kita tidak siap atau belum siap atau tidak sempurna (dari sistem-sistem tersebut)," pungkas Suharso.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP