Bos Bank Mandiri: Perlu transisi untuk ubah Rp 1.000 jadi Rp 1
Merdeka.com - Pemerintah kembali menggulirkan rencana redenominasi mata uang Rupiah atau mengubah Rp 1.000 jadi Rp 1. Kondisi perekonomian yang tengah membaik saat ini, disebut-sebut menjadi momentum yang tepat untuk menyederhanakan pecahan mata uang Rupiah menjadi pecahan yang lebih sedikit, tanpa mengurangi nilainya.
Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, rencana pemerintah melakukan redenominasi perlu ada periode transisi. Hal tersebut perlu dilakukan supaya pengguna uang tidak kaget.
"Perlu ada periode transisi supaya pengguna uang tidak kaget. di India kemarin kan redenominasi tuh, cukup signifikan. Itu kan agak kaget awalnya," ujar Kartika di Kantornya, Jakarta, Rabu (19/7).
Kartika mengatakan, pengubahan nilai mata uang Rp 1.000 menjadi Rp 1 membutuhkan teknis kompleks. Secara keseluruhan, peredaran mata uang dengan nilai di bawah Rp 1.000 harus ditarik.
"Uang itu nilainya di simplifikasi dari Rp 1.000 jd Rp 1, teknisnya kompleks. Nanti uang yang di bawah Rp 1.000 harus ditarik. Barang-barang yang di bawah Rp 1.000 harus dilakukan perubahan," jelas Kartika.
Meskipun demikian, Kartika tetap mendukung rencana tersebut. Namun harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak terkesan terburu-buru.
"Secara prinsip bagus karena Indonesia mata uangnya kan kecil sekali. Artinya kalau Rp 100.000 itu sekitar USD 8. Jadinya kan kalau orang beli sesuatu harganya Rp 1 miliar duitnya enggak harus banyak. Tapi itu, prosesnya enggak boleh terlalu buru-buru karena bisa mengganggu proses transaksi dalam negeri," pungkasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya