Bos Astra harap Jerman perluas pengembangan vokasi
Merdeka.com - Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto menginginkan hubungan kerja sama antara Pemerintah Jerman dengan Indonesia di bidang pendidikan vokasi dapat terus berjalan. Dengan kerja sama tersebut, pihaknya meyakini tenaga kerja Indonesia akan mampu berdaya saing.
Prijono mengatakan untuk saat ini kerja sama yang terjalin melalui Perkumpulan Ekonomi Indonesia Jerman (EKONID) baru di sektor otomotif mekatronik. Ke depan dirinya berharap, kerjasama akan menyentuh seluruh fakultas yang ada di Politeknik Manufaktur Astra (Polman Astra).
"Hari ini masih otomotif mekatronik. Tapi kami punya fakultas kan banyak ada yang untuk alat berat, hasil perkebunan dan lain-lain. Mudah mudahan saja bisa ditularkan ditempat lain juga. Kami akan usahakan tidak akan berhenti di sini karena ini awal," katanya saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Kamis (1/11).
Diketahui, pada tahun ini sebanyak 16 Mahasiswa Polman Astra telah meraih sertifikasi Deutscher Industrie und Handelskammerteg (DIHK) atau Asosiasi Kamar Dagang dan Industri Jerman dalam bidang Otomotif Mekatronik sebagai hasil kerjasama dengan AHK-EKONID.
"Mudah-mudahan saja mereka bisa bekerja tidak hanya di Indonesia tapi bisa menghasilkan devisa, yang selalu saya katakan mungkin dengan skil kita bisa mendatangkan devisa lebih baik," kata Dia.
Selama lima tahun terakhir, sekitar 60 persen lulusan Polman Astra telah diserap langsung oleh Group Astra. Keterserapan lulusan ini, menurut Prijono merupakan salah satu cara mendukung program pemerintah melakukan link and match antara kebutuhan industri dan sekolah vokasi.
Sebelumnya, Menteri Ekonomi dan Energi Jerman Peter Altmaier bersama dengan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan kunjungan ke Kantor PT Astra International Tbk di Sunter, Jakarta. Kunjungan ini sebagai tindak lanjut kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Jerman di bidang pendidikan vokasi.
Dalam kesemapatan ini, kedua Menteri tersebut berkesempatan menengok program pendidikan binaan Astra International yakni Politeknik Manufaktur Astra (Polman Astra). Keduanya juga menyaksikan langsung Workshop Robotics, Automotive and Mechanics yang merupakan hasil kerjasama antara Indonesia dan Jerman melalui Perkumpulan Ekonomi Indonesia-Jerman (EKONID).
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapan bahwa dalam mengembangkan sistem pendidikan kejuruannya, Polman Astra sendiri telah melaksanakan dua proyek yang mengadaptasi Sistem Pendidikan Ganda Jerman. Pertama melalui program persiapan meister melalui kerja sama dengan Program Alfons Kern Schule (AKS) dan EKONIND dan D3 serta yang lulusannya disertifikasi oleh Kamar Jerman dari Perdagangan (DIHK). Kedua melalui sistem pendidikannya menyesuaikan standar program Berufschule di Jerman.
"Kalau Polman Astra ini salah satu contoh yang sudah menggunakan kurikulum daripada Jerman dan ini kerjasama yang pertama meluluskan 16 lulusan yang sertifikasi dari DIHK yang bisa langsung bekerja setara dengan Jerman jadi ini diapresiasi," sebut Airlangga.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya