Bos AP II bantah pengoperasian terminal 3 ultimate tergesa-gesa
Merdeka.com - Plt Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero), Djoko Murjatmodjo membantah pihaknya mengambil langkah tergesa-gesa dalam mengoperasikan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta. Pengoperasian ini dilakukan karena sudah memasuki tahapan yang harus dilalui untuk membangun terminal 3 eksisting.
"Jadi bukan terburu-buru tapi tahapan yang harus dilalui kalau tidak, ya bisa lebih lama lagi pembangunannya. Karena ada konsekuensi pekerjaan, dimana kita harus melakukan renovasi terminal 3 eksisting agar bisa disatukan. Masalahnya di terminal 3 eksisting ada maskapai yang memang sudah beroperasi," ujarnya di Kantor AP II, Tangerang, Kamis (11/8).
Djoko menjelaskan, dengan dipindahkannya seluruh penerbangan domestik Garuda ke terminal 3 maka terminal 2F akan diisi oleh maskapai Air Asia.
"Kemudian nanti Sriwijaya dan Nam Air kira-kira 27 Agustus akan pindah dari terminal 1B ke 2F. Begitu terminal 3 eksisting kosong akan mulai direnovasi dan disatukan dengan terminal 3 baru pada 13 Agustus. Karena kan harus disamakan interiornya," imbuhnya.
Sebelumnya, ada beberapa masalah dan keluhan dari penumpang, semisal sekitar 12 jam setelah beroperasi sudah ada delay jadwal penerbangan akibatnya puluhan penerbangan Garuda Indonesia, satu-satunya maskapai yang baru beroperasi di terminal itu, mengalami penundaan. Belum lagi adanya gangguan listrik sehingga menganggu pelayanan pemanduan lalu lintas udara untuk pergerakan dari dan menuju Terminal 3 Ultimate.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya