Bom Sidoarjo diklaim tak hancurkan iklim investasi
Merdeka.com - Bom Sidoarjo diklaim tidak akan mempengaruhi iklim investasi di daerah tersebut. Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, meyakinkan ledakan di rusunawa Wonocolo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur tidak akan mempengaruhi investasi.
"Tidak akan berdampak karena ini (teror bom), saya yakin investor tetap berinvestasi di Sidoarjo," ujar Bupati dua priode itu, kepada merdeka.com, ketika meninjau langsung lokasi kejadian tempat kejadian perkara, Senin (14/5) dini hari.
Dia mencontohkan, kasus lumpur Lapindo yang pernah terjadi, tidak sampai mengganggu minat investasi di Sidoarjo. "Waktu kasus lumpur (Lumpur Lapindo) saja investasi di Sidoarjo, apalagi kasus teror ini," ungkap dia.
Tetap, mantan Wabup Sidoarjo dua priode itu mengecam keras tindakan keji pelaku teror itu. "Kami mengecam keras tidakan teroris, tidak mengira kalau di sini dibuat merakit bom, padahal selama ini Sidoarjo dan Surabaya aman-aman saja," ungkap dia.
"Kedepannya semua tempat rusun, tempat kos dan kontrakan harus di kontrol dari bahaya seperti ini. Kami lakukan pemeriksaan (pendataan) secara berkala. Semuanya harus diantisipasi, jangan sampai terjadi lagi," tutupnya.
Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin menduga kasus ledakan bom di Rumah Susun Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur masih ada kaitannya dengan ledakan bom di tiga gereja di Surabaya. "Bisa saja, hubungannya ada," kata dia.
Diketahui, pada Minggu (13/5) malam terjadi ledakan bom Sidoarjo di salah satu ruangan di Rumah Susun Wonocolo Blok B lantai 5. Rusun itu berdekatan dengan perbatasan Kota Surabaya, yaitu sekitar 9-10 kilometer arah barat lokasi ledakan di tiga lokasi gereja di Surabaya pada Minggu (13/5) pagi.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya