Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bom ikan masih marak, pengamat nilai ada pembiaran aparat keamanan

Bom ikan masih marak, pengamat nilai ada pembiaran aparat keamanan Polisi amankan 3 kapal bom ikan. ©2015 merdeka.com/arbi soemandoyo

Merdeka.com - Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan (PKMK) menilai penangkapan ikan dengan menggunakan bom masih marak terjadi di sejumlah daerah di Tanah Air. Untuk memberantas itu perlu tindakan tegas dari pemerintah.

"Ada pembiaran aparat keamanan dan minusnya alternatif alat tangkap ikan yang ramah lingkungan menjadikan praktek penangkapan ikan merusak masih terus terjadi," kata Direktur Eksekutif PKMK Abdul Halim, seperti diberitakan Antara, Selasa (28/3).

Dia menambahkan, pengelolaan kawasan penangkapan ikandi setiap daerah mesti mengedepankan mekanisme gotong-royong. Itu dimulai dari perencanaan pengelolaan sumber daya ikan hingga penegakan aturan komunal jika terjadi pelanggaran oleh nelayan.

"Itu tidak serta merta menjadikan kawasan itu sebagai area konservasi yang malah menyampingkan kepentingan nelayan dan anggota komunitas lainnya di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil."

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta nelayan tradisional berhenti menangkap ikan dengan menggunakan bahan peledak. Sebab, cara tersebut merusak ekosistem kawasan perairan nasional.

Dia mengklaim, kementeriannya sejak setahun terakhir berupaya memberantas modus penangkapan ikan yang merusak lingkungan. (mdk/yud)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP