Boediono: Jangan ada kenaikan bahan pangan lebih dari biasanya
Merdeka.com - Dalam waktu dekat, pemerintah akan segera memberlakukan kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Kemungkinan besar, kebijakan itu akan dilakukan hampir bersamaan menjelang bulan puasa.
Yang dikhawatirkan pemerintah, kebijakan kenaikan harga BBM bakal mendongkrak kenaikan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok. Kondisi ini akan memberatkan masyarakat.
"Saya ingin garis bawahi bahwa upaya-upaya untuk ini kita lakukan bersamaan dengan upaya khusus yang akan kita lakukan untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok. Harga bahan pokok akan coba kita kendalikan, selama beberapa waktu ke depan. Memang ini memerlukan langkah khusus dan ini sedang digarap oleh menko perekonomian, mendag dana lain-lain, untuk menjaga ini jgn smpai ada gejolak," ujar Boediono di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (18/6).
Boediono mengakui bahwa trennya, menjelang bulan Ramadhan memang selalu terjadi kenaikan harga bahan kebutuhan pokok. Boediono meminta, kalaupun kenaikan harga tidak bisa dicegah, maka setidaknya bisa ditekan agar tidak terlalu tinggi.
"Kita harapkan kenaikan yang normal saja, jangan ada kenaikan lebih dari yang biasanya terjadi," tegasnya.
Mantan Gubernur Bank Indonesia ini menuturkan, berdasar pengalaman sebelumnya, setiap ada kebijakan kenaikan harga BBM, akan terjadi gejolak di masyarakat. Namun, Boediono yakin gejolaknya tidak akan berlangsung lama.
"Kalau ada penyesuaian harga BBM, dalam waktu 3-4 bulan ada shock. Sesuatu yang nanti akan kembali ke tingkat yang lebih normal," jelasnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya