Bobol bagasi penumpang, sistem security Lion Air terancam dicabut
Merdeka.com - Direktur Keamanan Penerbangan Kementerian Perhubungan, Muhammad Nasir angkat bicara terkait kasus pembobolan bagasi milik penumpang Lion Air. Sebagai regulator, pihaknya mengancam akan mencabut izin penyelenggaraan sistem security Lion Air.
"Kemenhub tidak tinggal diam terus dilakukan proses-proses penegakan hukum. Menhub sangat tegas. Bisa cabut izin penyelenggaraan sistem security-nya," ujar Nasir di kantornya, Jakarta, Senin (4/1).
Nasir menyarankan kepada pihak maskapai agar tidak sembarang dalam merekrut tenaga kerja, khususnya sebagai porter (pembawa bagasi) dan security.
"Yang penting waktu penerimaannya harus hati-hati, background-nya dicek dan harus didalami. Baik atau tidak, jadi jangan sembarangan orang. Masalah ground ini kan paling-paling (tingkat pendidikan mereka sampai) SMP-SMA, jadi mereka ini harus dilihat kemampuan dalam bekerja jangan main-main," jelas dia.
Nasir menyebut kasus seperti ini dapat diproses secara pidana. Lantaran ini menyangkut keteledoran sebuah maskapai penerbangan.
"Sanksi berupa tindak pidana umum karena kriminal. Kalau tidak konsisten dalam pengawasan makanya kita beri sanksi adanya pelanggaran, pasal mana saja yang menyangkut keteledoran mereka," ungkapnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya