BNI catat kredit perumahan September 2018 didominasi anak muda
Merdeka.com - Corporate Secretary PT Bank Negara Indonesia (BNI), Kiryanto menyatakan pihaknya sejauh ini belum memiliki program khusus untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi generasi milenial. Dalam menggenjot bisnis KPR, Perseroan masih berfokus secara keseluruhan untuk debiturnya.
"Secara spesifik enggak, tinggal pilhan konsumen saja. kan pilihannya harga rumah, sama dia punya kemampuan untuk memenuhi kewajiban (bayar) mau lima tahun, mau tujuh tahun, mau sepuluh tahun, itu aja pilihannya tidak ada spesifik," kata Kriyanto saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Jumat (19/10).
Kriyanto mengklaim, meski tidak ada program khusus untuk generasi milenial, dalam kepemilikan rumah setidaknya sudah banyak milenial yang tertarik pada KPR. Hal ini ditandai dalam program akad kredit massal yang dilakukan BNI September lalu, mayoritas telah diminati oleh kaum milenial.
"Dari 1.046 (debitur) penandatakan masal itu, ternyata mayoritas anak milenial. Artinya mereka betul-betul liat demand, betul-betul konsumen pertama," kata Kriyanto.
Sebelumnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menggelar penandatanganan akad kredit pemilikan rumah (KPR) dengan 1.046 debitur secara serentak di beberapa kota di Indonesia. Akad kredit massal tersebut bertujuan mendukung program satu juta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).
Sebagai informasi, beberapa perbankan seperti Bank Mandiri mengaku telah siap membuat skema kredit perumahan khusus bagi generasi milenial. Terutama mereka yang baru masuk kerja dengan penghasilan yang belum terlalu besar.
"Kita punya suatu produk akan kita luncurkan, tunggu tanggal mainnya. Kita tahu kaum muda pertama kerja berapa sih incomenya? UMP plus Rp 1 juta sampai Rp 2 juta," ungkap Executive Vice President Consumer Loans Bank Mandiri, Ignatius Susatyo Wijoyo.
Hal ini sebagai bentuk komitmen perseroan untuk mendukung tersedianya rumah laik bagi semua elemen masyarakat, termasuk generasi milenial.
"Bagaimana kaum milenial beli rumah. Kita tahu sekarang hobinya traveling, jalan-jalan. Oke, tapi berikutnya mau tinggal di mana. Masa di kos-kosan. Keren bukan traveling saja. Punya rumah juga keren, rumah jadi aset dan investasi, rumah makin lama menunda makin mahal," kata dia.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya