Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Blak-blakan Sri Mulyani soal utang terkini dan cara menguranginya

Blak-blakan Sri Mulyani soal utang terkini dan cara menguranginya Sri Mulyani. REUTERS/Issei Kato

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah terus berhati-hati agar utang Indonesia tidak terus membengkak. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menaikkan penerimaan pajak melalui reformasi perpajakan.

"Kami terus jaga secara hati-hati. Saya Menkeu yang sangat inginkan supaya pendanaan pembangunan kita, kalau kami ingin kurangi utang maka penerimaan pajak harus dinaikkan. Itu kami lakukan dengan reformasi perpajakan," ujar Menkeu Sri di Kantornya, Jakarta, Senin (3/7).

Pemerintah juga akan terus memantau potensi penerimaan dari aktivitas perekonomian. Selain itu, pemerintah juga akan melakukan kontrol terhadap sistem belanja negara supaya digunakan untuk sektor-sektor yang benar-benar membutuhkan.

"Kami terus pantau potensi penerimaan dari aktivitas ekonomi, juga menjaga belanja kita agar baik dan hati-hati jadi tidak asal belanja. Jadi entah dari jenis belanjanya maupun dari efisiensi belanjanya yang perlu diperhatikan. Dengan adanya keseimbangan di penerimaan, lalu strategi belanja, kita harapkan defisit akan terus menerus bisa ditekan," jelasnya.

Menkeu Sri mengatakan belanja Indonesia tetap fokus pada sektor produktif seperti pendidikan, kesehatan, di mana hal-hal tersebut tidak bisa ditunda. Sebab, akan menentukan masa depan Indonesia.

"Jadi sedapat mungkin penerimaan pajak kita dapat memenuhi kebutuhan dasar itu. Kalaupun berutang sedapat mungkin untuk belanja modal dan menghasilkan produktivitas dan tingkat pengembalian bisa terbayarkan kembali," ungkapnya.

Apabila dilihat dari eksposur utang Indonesia secara nasional, dibandingkan GDP Indonesia masih ada di bawah 30 persen, defisit negara juga di batasi UU di bawah 3 persen. Jika dibandingkan negara lain yang dianggap negaranya perform seperti India, defisit Indonesia jauh lebih kecil.

"Apalagi dengan emerging lain seperti Brazil, Meksiko, Argentina kita termasuk yang masih relatif hati-hati, namun kita akan tetap menjaga ekonomi Indonesia dan pengelolaan utang secara hati-hati, transparan sehingga masyarakat memahami. Mereka juga melihat pilihannya kenapa kita berutang, dan untuk apa kita berutang, lalu bagaimana mengelolanya. Jadi tidak menjadi cerita yang terlalu mengkhawatirkan bagi masyarakat, tapi masyarakat berhak tahu dan kita menyampaikan, dan menjaganya," pungkasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP