Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Blak-blakan Menko Darmin soal kelemahan ekonomi RI buat Rupiah melemah

Blak-blakan Menko Darmin soal kelemahan ekonomi RI buat Rupiah melemah Menko Darmin Bertemu dengan Asosiasi India. ©2018 Merdeka.com/Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, membeberkan kelemahan ekonomi Indonesia saat ini. Salah satunya masalah defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD) yang semakin membengkak.

"Kelemahan kita transaksi berjalan, ekspor kita memang tidak tumbuh secepat impor kita, pada waktu ekonomi pelan-pelan pulih, impor kita meningkat lebih cepat dari ekspor, 90 persen bahan baku dan modal, 10 persen barang konsumsi," kata Menko Darmin di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (5/9).

Menko Darmin mengungkapkan, ekonomi RI saat ini juga memiliki kelemahan lain yaitu Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang tidak kembali ke Tanah Air. "Kelemahan lain, ekonomi kita, valuta asing (valas) yang masuk dari ekspor tidak semuanya masuk," ujarnya.

Dia mengungkapkan, angka saat ini menunjukkan sekitar 85 persen DHE dari ekspor masuk. "Yang tidak ditukar ke Rupiah malah banyak sekali, dari 85 persen yang masuk hanya 6 bulan yang ditukarkan ke Rupiah paling-paling sekitar 15 persen," ujarnya.

Kondisi tersebut, membuat ketahanan Rupiah menurun sebab persediaan Dolar berkurang. "Sehingga dalam gejolak sekarang kita menghadapi permintaan terhadap Dolar naik kemudian ketersediaan Dolar tidak bisa mengejar dengan baik."

Selain kelemahan, ekonomi RI juga memiliki kabar baik yaitu membaiknya iklim investasi. Namun, kondisi tersebut belum ditopang dengan membaiknya ekspor. Ekspor RI saat ini masih lambat dan jauh di bawah impor.

"Investasi sudah cukup baik tapi dalam pertumbuhan ekspor kita cukup lambat. Maka tekanan kepada kita itu relatif tinggi."

Kondisi ini yang membuat RI tidak setangguh negara tetangga di saat kondisi ekonomi bergejolak seperti sekarang. "Seandainya ekspor kita cukup baik pertumbuhannnya dan transaksi berjalan kita tak memburuk itu pasti tekanan kepada kita sama saja dengan tekanan kepada negara-negara sekitar kita, kita lebih lambat pertumbuham ekspornya maka tekanan ke kita lebih berat dibanding Thailand dan Malaysia. Tapi kita sama dengan India dan Filipina."

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP